Erotomania : Penyakit Kejiwaan tentang Cinta

Erotomania, penyakit kejiwaan yang baru saya ketahui beberapa lama ini setelah secara tidak sengaja membaca beberapa artikel di internet. Ada wanita yang sering mengganggu saya sudah hampir 5 tahun. Karena dari awal saya merasa ada yang nggak beres dengan kejiwaan wanita ini,  akhirnya saya tahu ternyata wanita ini mengalami gangguan jiwa, yaitu erotomania. 

Yang pasti saya bukan psikolog, jadi artikel ini lebih kepada pengalaman pribadi, dalam arti sebagai ‘objek’. Orang yang menderita erotomania adalah orang yang mengalami delusi/ khayalan bahwa ia merasa yakin ada orang yang sangat mencintainya. Anehnya, orang yang menjadi khayalannya malah tidak berkomunikasi dengannya. Lalu, darimana penderita erotomania ini yakin jika orang yang berada dalam khayalannya itu mencintainya? 

Ternyata penderita erotomania ini punya persepsi tersendiri terhadap orang yang menjadi objek (khayalannya). Misalnya objek yang menjadi khayalanya update status di media sosial, lalu hal tersebut diyakini kalau itu ditujukan kepada dirinya. Kadang dia juga merasa objek khayalannya berkomunikasi dengannya lewat ikatan batin. Bahkan diantara contoh aneh yang pernah saya alami, wanita tersebut menyangka kalau saya akan melamarnya. Aneh, bukan? Padahal ngobrol sama dia juga nggak. 

Sempat bertahun-tahun wanita ini mengirim sampai ribuan sms, padahal smsnya juga nggak dibales. Penderita erotomania juga seorang stalker yang ulung. Bisa mencari tahu nomor hp objek, segala aktivitas media sosial juga dia nguntit, dan informasi-informasi lainnya. Dan ternyata dari situ lah wanita ini berkhayal dan merasa bahwa itu adalah cara objek memberikan ‘pesan-pesan’  tertentu kepadanya. 

Jika dilihat dari tingkah laku sehari-harinya, orang lain akan menyangka bahwa penderita erotomania adalah orang yang normal seperti orang pada umumnya. Karena aktivitas sosialnya seolah berjalan seperti biasanya. Hal ini saya ketahui dari kawan saya yang mendapat info tentang wanita ini. Namun terhadap objek yang menjadi khayalannya sikapnya menjadi berbeda.

Ketika berkali-kali diberitahu bahwa saya tidak ada rasa suka kepadanya, sikap wanita ini ternyata tidak berubah. Dia mencari cara bagaimana agar bisa berkomunikasi dengan saya. Lewat kawan-kawan saya, wanita ini ‘ngotot’ ingin berteman dan minta diberi tahu siapa wanita yang disukai saya. Tentu saja kami tidak menggubrisnya. Karena setelah saya baca beberapa artikel, ternyata penderita erotomania memang akan mencari segala macam cara untuk mendekati objek dan menggangu orang-orang terdekat objek, terutama pasangan.

Ternyata persepsi penderita erotomania ini tidak akan berubah, seandainya kamu memberitahu berkali-kali kepada penderita ini bahwa kamu tidak suka kepadanya, penderita erotomania ini akan menyangka bahwa kamu sedang berbohong dan sedang menyembunyikan perasaan cintamu kepadanya. Lebih parahnya lagi, orang yang menderita erotomania ini tidak merasa bahwa dirinya mengalami gangguan kejiwaan. Dan konon dari beberapa yang saya baca, hampir tidak ada yang sembuh dari kelainan ini bagi yang sudah pada tahap akut. Tapi yang paling penting, jagalah orang-orang terdekat karena kita nggak pernah tahu ‘khayalan’ apa yang sedang dipikirkan penderita erotomania ini. Karena dalam beberapa kasus, tanpa diduga penderita ini bisa melakukan tindakan-tindakan kriminal.

Sering muncul pemberitaan di media tentang kabar perbuatan buruk yang dilakukan oleh seseorang. “Hanya” satu perbuatan tidak baik tersebar sudah cukup membuatnya dicaci, dibenci, dan dijauhi oleh banyak orang.

Renungilah sejenak…

Allah tidak hanya mengetahui satu perbuatan buruk yang telah kita lakukakan, Allah mengetahui semuanya bahkan yang tidak diketahui orang lain.

Allah mengetahui semua perbuatan buruk yang telah kita lakukan, bahkan yang berusaha kita sembunyikan.
Bukannya dibenci dan dijauhi, Allah justru selalu memberi kita rezeki.
Bukannya langsung diadzab, Allah justru menuntun kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Pintu maaf-Nya selalu terbuka lebar dan menunggu para hamba-Nya untuk senantiasa bertaubat.

Adakah yang lebih utama selain Allah di hati kita, sedangkan Dia memperlakukan kita selalu jauh lebih baik, jauh lebih baik daripada sebaik-baiknya perbuatan orang lain terhadap kita.

Maka nikmat tuhanmu mana lagi yang akan kau dustakan?