Kesuksesan Belum Tercapai sampai Tiba Waktunya Ajal

Apa yang dikenal banyak orang sebagai “kegagalan” sebenarnya adalah ujian. Manusia diuji bagaimana menyikapinya. Apakah dia bersabar, apakah ia semakin memperbaiki diri, apakah ia menjadi belajar dari kesalahannya, apakah ia terus berusaha atau malah putus asa, apakah ia semakin mendekat kepada Allah atau malah sebaliknya.
Begitu pun saat dikenal banyak orang sebagai “kesuksesan” lagi-lagi ini juga ujian. Manusia diuji bagaimana menyikapinya. Apakah dia menjadi semakin bersyukur ataukah kufur, apakah semakin tawadhu’ ataukah sombong, apakah ia tetap ingat kepada Yang Maha Mengaruniakan ataukah justru melupakan Allah.

Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Sebenarnya tidak ada kegagalan saat di dunia karena hidup belum usai. Dan sebenarnya tidak ada kesuksesan saat di dunia karena hidup masih terus berjalan. Segalanya belum berakhir sampai tiba waktunya Allah “memanggil” kita.
Sukses atau tidak baru diketahui setelah kehidupan ini, apakah Allah meridhai kita atau tidak dengan ujian2 yang Allah berikan saat di dunia.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu siapa yang paling baik amalnya” (Qs Al-Mulk:2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s