Jika Ingin Kaya, Menulislah

Sebenarnya tidak terbatas pada menulis. Intinya adalah berbagi. Bisa dalam bentuk pertolongan, rezeki, ilmu, dsb. Setiap apapun yang dibagikan kepada orang lain dan sekecil apapun itu, pasti ada balasannya dari sisi Allah. Dan jika itu kebaikan, maka dilipatgandakanlah balasannya oleh Allah, asalkan niatnya lurus.

Jika suatu saat kita bertemu dengan orang yang membutuhkan ataupun saat pergi ke masjid lalu menyedekahkan sebagian kecil rezeki, sebenarnya kita yang harus bersyukur kepada Allah karena diberi kesempatan oleh-Nya untuk bersedekah, bukan malah merasa berjasa ataupun merasa soleh. Dan tidak perlu pengumuman, kecuali kalau memang perlu sebagian kecil untuk syi’ar, diperbolehkan. Karena setiap sedekah yang dikeluarin, rezekinya dari Allah dan balasan kebaikannya pun untuk diri sendiri. Jadi kalau nggak memberi entah dalam bentuk apapun (bisa rezeki, pertolongan, dsb), bukan malah seneng, namun seharusnya khawatir karena nggak diberi kesempatan oleh Allah untuk beramal. Oleh karenanya diusahakan, sediakan sebagian apa yang Allah beri, termasuk waktu, yang kira-kira bisa ada manfaatnya kepada orang lain. Tapi ya nggak semuanya, karena tiap orang pasti punya keterbatasan dan kewajibannya masing-masing sesuai prioritasnya.

Ada sebagian yang bertanya yang kurang lebih, “ngapain sih capek-capek nulis?” Mikir iya, ngeluangin waktu iya, tapi dibayar nggak, dapet royalti juga nggak, dsb. | Dibayar oleh orang memang nggak, tapi “dibayar” oleh Allah iya. Dan cara Allah “membayar”, ada aja jalannya. Tiba-tiba pas butuh pertolongan, pertolongan dateng. Pas lagi butuh sesuatu, Allah adakan. Pas lagi ada masalah, tiba-tiba ada jalan keluar. Semua karunia dari Allah. Oleh karenanya jangan berharap apa-apa dari orang lain, berharap hanya dari Allah. Karena diantaranya yang “menghambat” datangnya limpahan karunia dari Allah, karena masih ada rasa berharap sesuatu kepada orang lain. Memang bisa jadi masih bisa dapet, tapi jadi rada terhambat. Dan jika berharap hanya kepada Allah, Allah akan memberikan jalan dalam bentuk apapun sesuai yang dikehendaki-Nya. Entah jalan datangnya karunia dari-Nya adalah lewat orang yang ditolong tersebut ataupun lewat yang lain, itu terserah kepada Allah.

Saat memberi kepada orang lain nggak perlu berharap ucapan terima kasih, malah dimarah-marahin juga nggak masalah. Mengasihi dan mencintai orang lain karena Allah, berbuat baik kepadanya, nggak perlu berharap balas dicintai, jika ternyata malah dibenci ya juga nggak apa-apa. Tapi kalau ada orang berbuat baik/ membalas budi, ya diterima karena itu adalah dari Allah dengan perantara orang tersebut. Bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada orang yang menjadi jalan datangnya karunia dari Allah tersebut (entah menghargainya dalam bentuk ngasih sesuatu, perbuatan, atau kl nggak bisa ya do’a). 

Setiap perbuatan yang diperbuat, sebenarnya adalah urusan kita sendiri dengan Allah. Dan apa yang dilakukan orang lain, itu pun juga urusan dia dengan Allah. Setiap orang akan mendapat sesuai dengan apa yang diperbuatnya.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri… (Qs17:7)

 

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Qs 99:7-8)

 

 

Jika pengen kaya ilmu, maka raihlah ilmu (dengan pertolongan Allah) dan lakukan apapun yang kira-kira ilmu itu bermanfaat untuk diri dan orang lain. Allah pun akan melipatgandakan balasannya di akhirat, termasuk di dunia pun akan ditambah lagi dengan ilmu-ilmu yang lain oleh Allah.

Jika pengen kaya rezeki, usaha untuk mendapatkannya dan lakukan yang kira-kira bermanfaat untuk diri dan sekitarnya. Nafkahkan di jalan kebaikan.

Begitulah seterusnya.

Dan sadarilah bahwa kaya ilmu, kaya rezeki, kaya pertolongan, “kaya” kekuasaan, dsb bukanlah tujuan dalam hidup. Namun itu semua adalah alat yang semoga lewat itu Allah akan memudahkan kita untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya. Aamiin

One thought on “Jika Ingin Kaya, Menulislah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s