Tafsir Mimpi

Mimpi-mimpi tertentu itu bisa menjadi menarik ketika ada suatu pesan-pesan tertentu terutama yang berupa perumpamaan. Hal tersebut seperti teka-teki yang membuat penasaran untuk dicari maknanya. Mimpi itu bisa sekedar bunga tidur, bisa hanya gangguan syetan aja yang cuma “ngerjain”, namun ada juga yang berupa pesan.

Dalam islam, misalnya tali, hal tersebut diumpamakan sebagai keteguhan dalam agama. Tidak ada sekecil apapun kejadian, kecuali pasti terjadi atas izin Allah, berada dalam pengetahuan-Nya, berada dalam kekuasaan-Nya, sekalipun itu hanya dalam mimpi.

Penakwilan mimpi seperti mempunyai pola. Misalnya pada saat zaman nabi Yusuf as, seorang raja bermimpi melihat 7 ekor sapi yang kurus memakan 7 ekor sapi yang gemuk dan melihat 7 batang gandum yang hijau dan 7 batang gandum yang kering. Sapi kurus menandakan kesusahan sedangkan sapi gemuk menandakan kemakmuran. 7 yang merupakan angka menunjukkan suatu jumlah, jika ditakwilkan hal tersebut merupakan jumlah waktu (tahunan). Kemakmuran yang ada akan berlangsung selama 7 tahun akan “dimakan” (berkurang/ digantikan) dengan 7 tahun kesusahan. Gandum yang menjadi simbol makanan, memberi pesan agar 7 tahun pertama menyiapkan makanan sebaik-baiknya karena 7 tahun berikutnya akan terjadi kekeringan.

Rasulullah SAW pun juga pernah bermimpi menggunakan 2 gelang yang sangat bagus lalu dalam mimpi tersebut beliau mendapat wahyu untuk meniup gelang bagus tersebut. Kemudian gelang itu pun terbang. Gelang yang bagus namun hanya ditiup lalu pergi terbang. Rasulullah SAW menafsirkan bahwa akan ada orang yang pembohong setelah sepeninggal Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menafsirkan dia adalah Unsi dari daerah Shan`a dan kedua adalah Musailimah dari daerah Yamamah. Jika direnungi, mimpi tersebut mengandung kontradiksi, yakni barang (gelang) yang terlihat bagus, namun disuruh tiup lagi terbang/ pergi. Gelang adalah barang logam yang mempunyai berat, namun hanya ditiup udah terbang. Itu menandakan “ringan”, nggak ada bobotnya. Terlihat bagus, tapi tidak ada nilainya, tidak berbobot. Itu lah pesannya, yakni kemunafikan (orang pembohong). 2 Gelang = 2 orang munafik.

Pernah dulu saya juga bermimpi naik sepeda, tapi kok jalannya lambat, mengayuh terasa berat. Ternyata ban kempes. Setelah itu diberi angin sebanyak mungkin, ternyata ada kebocoran, jadi kempes lagi. Udara dipompa lagi, kempes lagi. Pas bangun langsung mikir, ini menjalani hidup masih terasa berat berarti ada pintu dosa yang masih belum ditutup. Di cek lagi, oh iya. Pantesan amal jadi “bocor”. Sibuk beramal, tapi introspeksi dirinya kurang, ada yang terabaikan, bisa berkurang pahalanya. Harus ditambal/ ditutup dengan tobat.

Sebenarnya banyak mimpi yang sebenarnya mempunyai makna atau pesan. Namun hal tersebut juga di cek apakah benar mimpi yang mempunyai pesan atau hanya sekedar mimpi tidur.

Tafsir Mimpi

Penafsiran mimpi cenderung untuk “menalarkan” mimpi tersebut, tidak asal. Pernah dulu waktu kecil, waktu SD ada teman bawa buku kecil. Isinya gambar-gambar hewan dan ada angka-angka. Lalu saya tanya, buku apa itu. Teman saya mengatakan itu buku tentang tafsir mimpi. Saya pun bingung, apa iya buku tafsir hanya gambar-gambar seperti itu. Setelah ditanya lebih dalam, ternyata itu adalah buku yang dijadikan pegangan bagi orang-orang yang ikutan judi togel. Kalau mimpi hewan tertentu, maka “pasang” nomer sekian. Saya agak kaget mendengarnya, anak masih SD pun bisa tahu dan ngurus dengan hal-hal begituan. Penafsiran mimpi yang aneh tersebut tentu aja nggak bisa dipercaya. Karena hanya asal nulis, tidak ada dasarnya. Dan itu bisa menjadi kemusyrikan ketika “pesan” tersebut dijadikan sebagai ilahnya tanpa ia sadari. Dia lebih menggantungkan diri, lebih patuh, lebih mengutamakan, lebih perhatian kepada pesan tafsiran mimpi tersebut daripada Allah. Allah melarang judi, dia malah “nurut” kepada “pembuat” tafsir mimpinya untuk judi. Allah ngasih petunjuk lewat Al-Qur’an, dia malah mengabaikan kebenaran-Nya dan malah menganggap tafsiran mimpi kosongnya itulah yang benar. Allah nyuruh mencari rezeki halal, dia malah menggantungkan dirinya pada pesan mimpi kosongnya untuk mencari rezeki haram. Allah Yang Maha Memberi rezeki, semua karunia milik-Nya, dan Allah yang paling tahu di mana rezekinya dan yang bisa menuntunnya, dia malah mengabaikan Allah dan menganggap mimpi tersebutlah yang akan mengantarkan kepada rezekinya. Na’udzubillah min dzalik.

Penakwilan mimpi pastilah ada dasarnya. Saya bukan ahli takwil mimpi, tapi dari mimpi-mimpi orang soleh terdahulu dan cara menakwilkannya, sangat terlihat ada suatu “cara berfikir” tertentu yang tidak biasa dalam memahami mimpi-mimpi tersebut. Itulah penafsiran yang dibenarkan. Mimpi itu seringkali mempunyai “simbol”, lambang, atau makna-makna tertentu, dan bagaimanakah jalan cerita “lambang” tersebut dalam mimpi. Biasanya dari situ barulah bisa diambil takwil mimpi tersebut. Tentu saja dengan tidak menggantungkan pada kemampuan/ kecerdasannya. Hati (bukan sekedar lisan) harus mempunyai keyakinan kuat, menuhankan Allah semata, tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, yakin bahwa tidak ada sesuatu kejadian sekecil apapun kecuali pasti dalam kekuasan dan ilmu Allah. Dalam kondisi tersebutlah seseorang biasanya mendapat pesan-pesan tertentu dalam mimpinya dan ditolong oleh Allah untuk bisa menangkap “pesan-pesan” dalam mimpi. Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s