Agar Bisa Mencintai Allah

Sebelum menjelaskan bagaimana agar bisa mencintai Allah, ada yang perlu disampaikan sebelumnya, yakni tentang cinta kepada Allah dan sedikit merenungi tentang hidup ini.

“Sebenarnya apa yang mau dicari dalam hidup ini”, pernahkah terlintas dalam benak tentang pertanyaan ini. Kita sekolah dari kecil lalu kuliah mengeluarkan waktu, tenaga, dan juga biaya besar. Apa yang mau dicari. Apakah biar bisa bekerja di perusahaan besar dan mendapatkan duit banyak? Ok, jika sudah bekerja di perusahaan besar dan mendapatkan uang banyak, lalu apa lagi yang mau dicari? Seringkali orang bingung untuk apa kekayaan yang dimilikinya dan profesi yang digelutinya. Tenaga yang digunakan nggak sedikit. Banyak orang yang “ngotot” untuk mendapatkan itu semua, namun setelah diperoleh lalu mau ngapain lagi? Biar duitnya bisa buat berlibur keluar negeri? Setelah tercapai, lalu apa lagi yang dicari? Ingin membeli rumah mewah, ok. Setelah didapat, apalagi yang mau dicari. Ingin mendapat penghargaan karena berprestasi di perusahaan, setelah didapat apa lagi yang ingin dicari. Dan pada akhirnya kita semua akan meninggal dan mempertanggung jawabkan semuanya lalu di situlah kehidupan sebenarnya, kehidupan akhirat dimulai.  Renungilah secara flashback, selama ini yang kita lakukan dan perjuangkan selama hidup, apa sebenarnya yang hendak dicari?

Katakanlah ngotot ingin ketemu jodoh. Lalu setelah nikah gimana? Tidak ada jaminan orang yang menikah itu akan bahagia karena seringkali banyak masalah-masalah yang dihadapinya. Sudah sering terjadi orang menganggap mempunyai pasangan adalah kebahagiaan. Awal-awal bisa saja mengatakan “aku ingin hidup bersamamu, selamanya”, namun setelah menikah beberapa waktu, banyak juga yang berkata “Dulu saya kok mau menikah dengan dia”. Ini realita yang sering terjadi (tidak semuanya) dan orang yang sedang jatuh cinta apalagi yang lagi pacaran akan mengatakan “itu nggak mungkin”, padahal mudah bagi Allah yang saat ini lagi jatuh cinta tiba-tiba besoknya saling bermusuhan. Ini realita yang terjadi pada beberapa kejadiaan.

Sebenarnya apa yang hendak dicari dalam hidup ini. Orang yang hatinya menganggap selain Allah adalah pemberi kebahagiaan, dia tidak akan memahami apa arti kebahagiaan sebenarnya. Kesenangan yang dirasakan hanya semu dan sebentar, setelah itu nafsu lagi pengen yang lain. Jika ini diteruskan, nggak akan ada titik akhir untuk memperoleh kebahagiaan yang sebenarnya padahal ada waktunya kita semua akan berakhir di dunia ini lewat kematian.

Saat mencintai seseorang (yang tidak dilandasi iman), dia akan cenderung melakukan apapun untuk yang dicintainya. Ia akan berusaha apapun agar bisa dekat dengannya. Memikirkan berbagai cara agar jadi pacarnya. Padahal, hal biasa yang umum terjadi, Allah telah menetapkan dia untuk berjodoh dengan yang lain. Sudah sering terjadi dalam realita yang seperti ini. Ataupun yang takdirnya juga pacaran menganggap bahwa cinta yang mereka rasakan adalah cinta sejati. Padahal mudah bagi Allah membuat mereka putus dan berpisah. Seseorang yang tidak merasakan cinta kepada Allah, sulit untuk memahami cinta yang sebenarnya. Yang terjadi seringkali cinta menguasai orang tersebut dan bukan tersebut yang menguasai cintanya.

Mencintai Allah

Cinta kepada Allah bukan sekedar hanya tulisan ataupun ucapan basa-basi, namun benar apa yang dirasakan di dalam hatinya. Orang yang sudah merasakan benar cinta kepada Allah, akan tahu manakah cinta yang sebenarnya yang membawanya kepada kebahagiaan dan manakah cinta yang semu. Sekalipun ia sudah pernah merasakan bagaimana indahnya mencintai lawan jenisnya, mencintai hobinya, dan sebagainya tetap aja dia akan mengatakan bahwa cinta yang paling membahagiakan adalah cinta kepada Allah dan ini bukanlah perkataan basa-basi karena memang benar demikian.

Orang yang sudah merasakan cinta kepada Allah, paham mau kemana hidup ini, apa yang mau dicari dalam hidup ini sehingga hidupnya akan lebih efektif dan efisien. Ia tahu waktu di dunia terbatas dan ia sadar akan keterbatasan kemampuan yang Allah berikan kepadanya dan ia tahu dalam hidup ini dia harus ke mana. Orang yang sibuk dengan pekerjaannya, prestasinya, apakah mau kuliah di perguruan tinggi favorit, mau kerja di luar negeri, sibuk kegiatan ini dan itu, hal itu semuanya belum tentu disebut sukses ataupun kegiatan yang produktif. Dan orang yang mengenal Allah dan arti hidup ini akan lebih efektif hidupnya dan efisien untuk memperoleh karunia terbesar dalam hidupnya.

Orang yang sudah merasakan cinta kepada Allah, yang mengenal Allah, nggak ada lagi takut nggak ketemu jodohnya, takut jodohnya direbut orang lain, atau semacamnya. Karena apa yang Allah tetapkan kepadanya tidak akan menjadi milik orang lain dan apa yang ditetapkan untuk orang lain tidak akan sampai kepadanya. Masalah rezeki, musibah, juga demikian. Dan tidak takut dibenci orang lain karena yakin yang menguasai hati setiap manusia hanyalah Allah. Ada orang membenci kita, ya biasa-biasa aja. Mudah kok Allah bikin dia berubah jadi mencintai kita. Tapi, biarlah itu urusan Allah kita tak perlu repot memikirkannya. Urusan kita berbuat sebaik mungkin kepada orang lain agar Allah ridha bukan karena mengharapkan sesuatu dari mereka.

Orang yang sudah merasakan cinta kepada Allah nggak ada lagi yang namanya kesepian, sekalipun “sendirian” di dalam kegelapan malam. Karena ia bisa merasakan Allah selalu bersamanya. Ada apa-apa, dia sering “ngobrol” kepada Allah. Dan Allah selalu memperhatikannya. Butuh apa-apa, Allah kasih. Butuh pertolongan, Allah tolong. Butuh bimbingan, Allah bimbing. Jadi hidupnya enak dan nggak kesepian karena ia bisa rasakan Allah selalu bersamanya.

Banyak hal kebahagiaan yang dirasakan jika sudah mengenal Allah, mencintai Allah dan tidak akan cukup disebutkan di sini dan memang tidak akan pernah cukup karena banyaknya.

Jadi, apakah benar ingin dekat kepada Allah, ingin merasakan cinta kepada Allah? Katakan ini cukup kepada Allah dari hati yang paling dalam, nggak perlu pengumuman kepada orang lain apalagi update status di facebook ataupun di twitter. Bukan melarang, tapi itu tidak penting. Sekalipun itu hanya bisikan hati yang terdalam, Allah mendengarnya karena Dia Maha Mendengar. Saat lagi baca tulisan ini, Allah sedang memperhatikan kita dan itu selalu. Dan Allah pun sudah tahu keinginan apa yang ada di dalam hati kita saat ini. Tidak ada yang tersembunyi oleh-Nya. Kuatkan keinginan kita untuk ingin dekat kepada Allah, mengenal Allah, merasakan cinta kepada Allah. Murnikan, bukan karena ingin disebut atau dikenal sebagai pencinta Allah, bukan karena ingin disebut orang yang ahli makrifat, dan sebagainya. Murnikan, hanya ingin dekat dengan Allah. Mohon tuntunan-Nya karena tidak ada yang bisa membuat kita mencintai Allah kecuali hanya Allah. Tulisan ini, orang lain, teman, guru, tidak bisa membuat seseorang mencintai Allah. Ini hanyalah diantara jalannya atas izin-Nya. Hanya Allah lah yang berkuasa atas segala sesuatu.

Bersambung

One thought on “Agar Bisa Mencintai Allah

  1. yg bs mnulis sprti it adalah orng yg sdh mrskn al unsu billah…

    barakallah tlisan2 yg di tulis dgn hati yg ikhls akan mudah trsmpaikan,, tentu atas izin allah
    semoga allah mnyentuh tiap hati yg mmbancanya…

    trmaksih sudah mnjadi bagian pratara menujunya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s