Pesawat Bermesin Turbofan dan Bermesin Baling-Baling (Turboprop), Manakah yang Lebih Baik?

Konon ada anggapan di masyarakat bahwa pesawat dengan mesin yang memakai baling-baling (turboprop) adalah pesawat yang kurang baik dibandingkan dengan pesawat yang memakai mesin turbofan. Sebenarnya tidak ada istilah mana yang terbaik. Kedua-duanya sama-sama baik tergantung dari kebutuhannya.

Pesawat yang menggunakan turboprop (baling-baling) biasanya terbang pada terbang jelajah yang tidak terlalu tinggi. Pesawat ini lebih sering digunakan pada jarak-jarak yang tidak terlalu jauh. Oleh karenanya maskapai yang memiliki rute tidak terlalu panjang, lebih menggunakan pesawat ini karena bahan bakar yang dikonsumsi juga lebih sedikit dibandingkan dengan pesawat turbofan. Perbedaannya, memang power yang dihasilkan tidak sekuat mesin Turbo jet ataupun Turbo fan. Oleh karenanya pesawat yang menggunakan mesin turboprop lebih lambat. Seperti pada yang digunakan pada pesawat ATR 72 mempunyai kecepatan maksimum sekitar 500 km/ jam. Menggunakan mesin turbo fan pada ketinggian jelajah yang tidak tinggi tidaklah efisien. Memang terbang jelajah bisa lebih cepat. Namun terbang jelajah yang tidak terlalu tinggi maka kerapatan udara juga cukup besar sehingga gaya hambatnya pun juga besar sehingga mesin ini pun menjadi tidak efisien. Apalagi penggunaan bahan bakar yang lebih boros, tentu maskapai akan mengeluarkan biaya operasi yang cukup banyak namun output yang dihasilkan tidak banyak (tidak efektif).

Turbo prop

Untuk pesawat yang menggunakan mesin Turbo fan biasanya adalah pesawat yang mempunyai ketinggian jelajah cukup tinggi dan jarak terbang jelajah yang lebih jauh. Konsumsi bahan bakar memang lebih banyak daripada turboprop, namun mesin turbo jet lebih cepat dan lebih efektif jika digunakan pada ketinggian jelajah yang cukup tinggi dan kapasitas penumpang pesawat yang menggunakan mesin ini biasanya juga lebih besar (income dari penjualan tiket per pesawat lebih besar). Semakin tinggi, kerapatan udara semakin tipis. Oleh karenanya mesin ini lebih cocok pada ketinggian jelajah yang tinggi karena pesawat bisa terbang sangat cepat dengan gaya hambat yang tidak terlalu besar dibandingkan dengan harus terbang cepat di ketinggian yang tidak terlalu tinggi. Contohnya pesawat Boeing 737-900 mempunyai kecepatan maksimum hingga 815 km/jam.

Turbo fan

Jadi tidak ada mana mesin yang lebih baik. Hal tersebut tergantung dari kebutuhan dari masing-masing pesawat itu sendiri. Pihak maskapai pun juga menggunakan beberapa tipe pesawat karena hal tersebut menyangkut strategi-strategi yang digunakan agar pengoperasian penerbangan menjadi efektif dan efisien. Karena setiap pesawat mempunyai karakteristik tersendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s