Allahumma Sholli ala Muhammad

Segombal-gombalnya pacar merayu, ia akan lari terbirit-birit sibuk menyelamatkan dirinya hingga lupa untuk menyelamatkan yang diakui sebagai kekasihnya seandainya keduanya dihadapkan pada adzab Allah yang datang tiba-tiba yang membuatnya tercengang. Namun tidak untuk Rasulullah SAW. Beliau selalu memikirkan umatnya bagaimana agar umatnya selamat dan bahagia. Kelak di hari kebangkitan Rasulullah SAW memohon kepada Allah untuk bisa memberi syafa’at kepada umatnya. Inilah contoh nyata dari cinta sejati.
Cinta sejati itu bukan yang sering merayu dan yang mementingkan keindahan romantisme belaka. Cinta sejati itu cinta yang tak mengharap apa-apa kepada yang dicintainya kecuali menginginkan keselamatan dan kebahagiaan bagi yang dicintainya. Dan ini juga sebagai renungan agar cewek tidak tertipu oleh cowok (dan juga sebaliknya) jika ada yang ngaku-ngaku cinta sejati namun membiarkan atau malah mengajaknya kepada kemaksiatan yang mengantarkan pada kemurkaan-Nya, maka renungilah apakah itu benar cinta sejati ataukah hanya nafsu belaka.
Cinta sejati (pada manusia) itu seperti cinta Rasulullah SAW kepada umatnya. Tidak mengharap apa-apa dari umatnya dan berjuang bagaimana agar umatnya selamat dan bahagia terutama di akhirat. Seseorang entah itu suami misalnya yang mempunyai cinta sejati kepada istrinya adalah ia yang tak mengharap balasan apa-apa dari istrinya namun sekuat tenaga bagaimana agar istrinya tidak kenapa-kenapa, selamat dan bahagia dunia akhirat.
Dan mungkin benak akan bertanya bagaimana seseorang bisa mempunyai cinta sejati yang kokoh demikian? Kuncinya adalah keikhlasan, yaitu ia yang menyerahkan diri kepada Allah dan mengutamakan Allah di atas segala-segalanya sehingga ia tidak mengharapkan apapun kepada siapapun termasuk kepada yang dicintainya kecuali hanya kepada Allah.
Namun pesan pentingnya kadang bikin rada nggak enak di hati ketika seseorang melakukan apapun demi pacar, lebih mengutamakan pacar, ucapannya lebih didengerin tapi kepada Rasulullah SAW tidak demikian padahal perjuangan beliau bukan perjuangan yang ringan bagaimana agar kita selamat dan bahagia. Dan ketulusan cinta beliau tiada bandingannya dengan yang lain. Jika berdo’a lebih sering berdo’a untuk pacar daripada sholawat untuk Rasulullah SAW. Padahal Rasulullah SAW lah yang banyak berbuat yang membuat kita bahagia dan selamat. Seharusnya Rasulullah SAW nggak usah capek-capek dakwah dan berjuang sedemikian beratnya karena nyatanya malah banyak yang mengabaikan perintah-perintah beliau (termasuk ini yang lagi nulis juga harus introspeksi). Tapi Rasulullah SAW orang yang tulus dan benar-benar penyayang makanya beliau berjuang sedemikian beratnya agar kita selamat dan bahagia (hakekatnya tentu Allah yang menyelamatkan kita, Dia Maha Rahman).
Saya minta maaf jika contohnya adalah masalah pacaran, tidak ada maksud untuk mendeskritkan. Tapi kenyataannya masalah di masyarakat memang demikian karena hal inilah diantaranya (ada juga yang lain) yang paling banyak bikin lalai kepada Allah dan rasul-Nya apalagi di usia remaja seperti sekarang. Kalaupun semakin meningkat ibadahnya karena pacaran, biasanya hatinya nggak ke Allah saat beribadah namun lebih banyak ke pacar. Allah hanya dijadikan sebagai alat atau perantara aja, namun Allah tidak diutamakan. Ini udah mulai niatnya jadi beda, bukan lagi beribadah karena Allah.
Seseorang yang bisa merasakan manisnya iman, indahnya hidup, kepuasan hati, kebahagiaan cinta yang sejati dan merdeka jiwanya adalah dia yang lebih mencintai Allah dan rasul-Nya daripada selain keduanya dan dia yang mencintai orang lain (ortunya, istrinya, anak2nya, saudaranya, dsb) karena Allah. Inilah cinta yang sejati, yang akan mengantarkan kepada keselamatan, yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan yang abadi.

Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad, kama shollaita ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim. Wa barik ala Muhammad wa ala ali Muhammad, kama barak ta’ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim. Fil alamina innaka hamidum majid

Semoga Allah mengabulkan untuk kita bisa berjumpa dengan beliau, Nabi Muhammad SAW dan para rasul yang lain. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s