Rahasia Dicintai, Tak Sekedar Mencintai

Abis ngomongin konsep jodoh, kali ini ngomongin yang nggak jauh-jauh beda. Hmm… saya belum tau mau dimulai dari mana tulisan ini.

Jadi, gimana agar dicintai orang lain? Tapi sebelumnya mari kita balik pertanyaannya, apa yang membuat kita mencintai orang lain? Dari situ kita bisa tau gimana agar dicintai orang lain.

Cinta lebih pada sesuatu yang menentramkan, tenang, nyaman, aman. Kita kan mencintai seseorang jika kehadirannya membuat kita merasakan demikian. Jadi, apakah mungkin kita mencintai orang yang suka berperilaku buruk, yang kehadirannya membuat kita nggak aman, yang suka berbuat dzalim? Ok, dengan hati yang jujur, kita nggak setuju.

Misalnya ada cewek cantik dan kaya. Lalu ada cowok nyamperin dan bilang cinta. Lalu saat ditanya kenapa alasan cintanya, ya karena cewek tersebut cantik dan kaya. Memang si cewek seneng karena disebut cewek cantik dan kaya. Namun jika diselami hatinya lebih dalam, hati cewek ini akan bertanya-tanya, ” Ini cowok cinta karena aku kaya, gimana kalau nanti malam rumahku kemalingan? Bisa-bisa besoknya aku dicampakkan. Ini cowok cinta karena aku cantik, gimana kalau nanti malam pas tidur wajahku digigit Tomcat? Bisa-bisa aku kan diabaikannya.” Tetap aja ada rasa “nggak tentram” di hatinya atas cinta cowok tersebut. Maka, akan ada keraguan dari hati si cewek untuk mencintai cowok tersebut.

Ada seseorang yang menolong kita, saat itu kita berfikir “Ini orang baik banget, jarang-jarang ada orang seperti ini, Subhanallah”. Lalu selesai menolong, orang tersebut mengatakan, “Wani piro?” , langsung dah pandangan kita jadi berubah.

Rahasia Dicintai

Misalnya, seorang ibu membawa barang yang berat, lalu ada seseorang menolong ibu tersebut membawakan barang. | Sini, bu. Saya bantu | Udah, nak. Gak usah. Ini berat (si ibu basa-basi, padahal berharap ditolong memang) | Udah, bu. Gak apa-apa. Nanti ibu capek. | Setelah menolong ibu tersebut, si anak pamitan pulang. Lalu ibu ngasi sedikit uang. Sedikit karena hanya selembar, tapi warnanya ungu (10 ribu), lumayan. | Gak usah, bu. Terima kasih | Si anak menolak, tapi si ibu memaksa. Akhirnya anak menerima uang tersebut sambil mengucapkan terima kasih banyak. Lalu saat berjalan pulang, si anak bertemu seorang pengemis yang tampaknya udah beberapa hari belum makan karena terlihat jelas dari wajahnya. Lalu anak tersebut memberikan uang 10 ribu tadi kepada pengemis sambil tersenyum, padahal anak ini juga belum makan. Tapi ia memberikannya karena tahu pengemis tersebut lebih membutuhkan | Ini, pak. Ada rezeki buat bapak | Terima kasih banyak, den. Semoga si aden jadi orang sukses yang bermanfaat buat orang banyak, dicintai Allah. Terima kasih banyak, den | Iya, pak sama-sama (sambil tersenyum tulus). | Meskipun terhadap pengemis, si anak ini tetap bersikap sopan terhadap pengemis tersebut. Dan si ibu tadi melihat anak ini dari jauh saat bertemu pengemis tersebut, apa kira-kira yang ada dalam hati si ibu? Hati si ibu ini akan tersenyum, merasakan kenyamanan, ketentraman, ketenangan. Jika si ibu ini bertemu lagi dengan si anak tersebut, ia tak merasa khawatir akan diganggu, diusik, atau apapun yang menganggu ketentraman si ibu. Kenapa demikian? Karena udah yakin, kalau anak ini adalah orang yang tulus. Ia tak berharap balasan kebaikan dari orang lain. Ia pun tak kan mau berbuat sesuatu yang menganggu/ mengusik/ menyakiti orang lain. Si ibu ini udah yakin dalam hatinya kalau anak ini pasti suka memberikan manfaat/kebahagiaan pada banyak orang tanpa mengharap apa-apa dari orang lain. Si ibu ini akan merasakan ketenangan, ketentraman, nyaman atas kehadiran si anak tersebut.

Contoh simplenya seperti orang tua kita, yang rela berjuang demi kebahagiaan anak-anaknya. Meskipun anaknya nggak ngucapin terima kasih, bahkan banyak yang nggak nurut sama orang tuanya (menyakiti perasaan orang tuanya), tapi tetep orang tua kita berjuang agar anaknya sukses dan bahagia. Oleh karenanya nggak meleset, kita mencintai orang tua kita sendiri, bukan orang tua temen kita.

Kira-kira kita lebih cinta pada orang yang mencintai/berbuat baik pada kita karena ada maunya atau yang memang tulus? Saya yakin kita udah tahu jawabannya yang mana. Ini bukan hanya membicarakan tentang sepasang kekasih. Tapi juga dalam keluarga, persahabatan, dll.

Rahasia ini sebenarnya tercantum dalam sabda Rasulullah
Dari Abul-Abbas Sahl bin Sa’d As-Sa’idi rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkan aku suatu amal, jika aku lakukan akau akan dicintai Alloh dan dicintai oleh manusia. “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zuhudlah terhadap dunia, niscaya dicintai Alloh dan zuhud lah terhadap apa yang dimiliki orang lain, niscaya mereka akan mencintaimu” (HR. Ibnu Majah)

Tapi masalahnya, gimana biar punya hati tulus dan ikhlas? Apa maksud zuhud dalam hadits tersebut? Insya Allah kita bahas lagi di tulisan selanjutnya aja ya.

One thought on “Rahasia Dicintai, Tak Sekedar Mencintai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s