Tentang Jodoh

Apakah jodoh telah ditetapkan? Apakah jodoh ada ditangan Allah yang kalau nggak dijemput nggak bakal ketemu? Apakah jodoh adalah pilihan kita bebas memilih tanpa paksaan dari Allah? Atau…..?

Jodoh kita sebenarnya telah ditetapkan sebelum Allah menciptakan alam ini. Hal sedetil-detilnya adalah takdir yang Allah program secara sangat sempurna, sangat adil, sesuai sunnatullah (tentu, karena Allah yang bikin), dan sangat cermat. Ada yang berpendapat bahwa jodoh belum ditentukan namun berada pada pilihan manusia. Hal ini dengan alasan bahwa tidak ada dalil yang menyebutkan jodoh telah ditetapkan. Memang demikian, namun menurut pemahamanku berdasar surat Al-An’am ayat 59 “…tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam Lauhul Mahfuzh”, hal ini menjelaskan bahwa hal sedetil-detilnya yang terjadi di dunia ini adalah takdir yang telah tertulis dalam lauhul mahfuzh. Kalau hal kecil saja tertulis dalam Lauhul Mahfuzh, apalagi tentang jodoh. Agar tidak salah paham dulu, untuk lebih jelasnya tentang konsep takdir, bisa dibaca Takdir Allah :http://wp.me/pkd9H-ak

Ada juga yang berpendapat bahwa jodoh ada di tangan tuhan, kalau nggak dijemput ya tetep ada di tangan tuhan, nggak ketemu. Sebenarnya meskipun tanpa ikhtiar bisa jadi orang tersebut ketemu jodohnya. Ah, masa? Ini kisah nyata, saya pernah melihat orangnya. Ada seorang laki-laki yang fisiknya diberi keterbatasan oleh Allah, nggak ngapa-ngapain tiba-tiba ada wanita yang ingin menjadi suaminya. Lalu nikah. Dan sekarang beliau sudah punya anak 2. Kok bisa? Ya bisa. Karena jodoh bukan ditentukan oleh manusia, tapi mutlak ditentukan Allah. Kalau Allah menanamkan cinta pada wanita untuk mencintai laki-laki, siapa yang bisa menghalangi? Bahkan wanita itu sendiri nggak bakal bisa menghilangkan cinta tersebut kalau Allah nggak menghendaki. Meskipun orang lain membenci kita, kita nggak bisa memaksa ia untuk mencintai kita. Cinta nggak bisa dipaksa. Semuanya ada dalam kuasa Allah. Oleh karenanya nggak perlu ngemis cinta ke orang lain. Saya harap ini bisa dipahami maksudnya. Jadi jangan berharap agar dicintai orang lain karena mereka sendiri tidak berkuasa atas hati mereka sendiri. Lakukan kebaikan pada orang lain sebagai amal ibadah, memberikan semangat dan optimisme pada orang lain sebagai amal ibadah, cukup biar Allah ridho ke kita. Allah Maha Melihat apa saja yang kita lakukan. Meminta hanya pada Allah Penguasa segala-galanya. Dan Allah tahu mana yang terbaik.

“Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”, (Al-Ikhlas:2)

| Tapi kok saya mencintai orang yang suka berperilaku buruk? Apakah Allah yang membuatku mencintai orang yang seperti itu? Berarti saya tidak salah? | Ya, memang benar atas izin Allah itu terjadi. Tapi tanyakan kembali pada diri sendiri, kenapa bisa demikian? Mungkin kita berperilaku yang nggak disukai Allah. Entah karena cara kita yang bergaulnya kurang baik, kurang menjaga diri dalam berkomunikasi, kurang tobatnya, dll. Takdir Allah pasti benar, yang nggak benar adalah perilaku kita yang perlu untuk diubah. Semua memang dalam kuasa Allah, namun hukum sebab akibat yang Allah tetapkan tetaplah terjadi. Jika ada sesuatu yang buruk terjadi, maka tanyakan pada diri sendiri, apa yang telah kita perbuat kepada Allah Yang Maha Menentukan segala-galanya? Wallahu A’lam. | Cinta itu kepada Allah. Selain-Nya, cukup mencintai karena-Nya. Itu cinta paling utama dan merupakan pondasi.

Balik lagi tentang konsep takdir.
Misal, saya dijodohkan tapi saya kurang berminat terhadap calon tersebut. Orang tua memaksa. Suatu saat ternyata ada suatu hal yang menyebabkan pernikahan itu batal, lalu saya menikahi wanita lain pilihanku sendiri. Keluarga merestui dan akhirnya saya menikah. Jadi, apakah berarti jodohku bisa berubah dan ditentukan olehku? Tidak, segala proses yang terjadi inilah takdir dari Allah.
Jadi takdir yang tertulis dalam Lauhul Mahfuzh adalah rahasia Allah di mana semua makhluk-Nya tidak ada yang mengetahui kecuali yang dikehendaki-Nya. Rahasia yang telah ditetapkan ini ada di sisi Allah. Kita sebagai makhluk-Nya tak perlu pusing memikirkan tentang apa yang menjadi rahasia Allah tersebut. Karena sekuat dan secerdas apapun kemampuan kita memang tidak akan pernah mampu.
Allah sudah tahu siapa jodoh masing-masing dari kita suatu saat nanti. Sudah ditentukan. Ketemunya di mana, kapan, dengan cara bagaimana. Bisa di dunia, bisa juga ketemunya baru di akhirat. Allah tidak mempertemukan jodoh lebih cepat dan juga tidak lebih lambat, namun Allah mempertemukannya di waktu yang tepat.

Kalau semua udah ditetapkan, jodoh udah ditetapkan, lalu apalagi artinya kita berusaha?

Kita fikirkan apa yang seharusnya manusia fikirkan, bukan memikirkan apa yang mejadi urusan Allah. Karena berusaha bukanlah untuk menentukan jodoh dan bukan menentukan takdir, namun sebagai amal ibadah. Allah nyuruh gini ya lakukan semampunya, Allah nggak suka kita berbuat kayak gitu, ya sekuat tenaga hindari. Manusia berusaha untuk mencari jodoh dengan kriteria-kriteria yang paling disukai dalam pandangan Allah. Hal ini bisa merujuk pada Al-Qur’an dan Hadits. | Berarti kita yang menentukan jodoh, bar? | Bukan, bukan kita yang menentukan jodoh, ini sebagai amal ibadah. Karena nanti bisa jadi jodohnya memang si dia atau yang lain. Jika ternyata kita memang ditakdirkan untuk menikah dengan si dia, alhamdulillah, hal tersebut karena memang Allah telah menentukan demikian. Jika bukan, nanti ada yang Allah siapkan. Kawasan manusia adalah do’a dan ikhtiar. Berusaha melakukan ini dan itu sebagai wujud berserah diri kita pada Allah. Kalau Allah makin suka, Allah Yang Maha Menentukan jodoh bakal milihin jodoh yang terbaik buat hamba-Nya. Allah Maha Penyayang. Namun ukuran terbaik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Allah Yang Maha Mengetahui. Yang paling penting bukan masalah ketemu jodoh. Ketemu jodoh juga penting sih, tapi ada yang lebih penting lagi. Yakni, apakah ikhtiar yang dilakukan akan dinilai di sisi Allah sebagai amal ibadah atau tidak. Sangat rugi kalau ikhtiar yang kita lakukan untuk menjemput jodoh lalu tidak dihitung sebagai amal ibadah oleh Allah. Karena alasan kita hidup di dunia semata-mata untuk ibadah kepada Allah. Jadi tidak hanya saat menjemput jodoh, saat hidup bersama pun kita menginginkan setiap waktu yang dilalui punya nilai ibadah dan semoga kebersamaan ini berlanjut hingga di kehidupan selanjutnya, di surga kelak. Aamiin

Kalau yakin jodoh Allah yang menentukan, tentu bisa dipahami. Jika ingin jodoh terbaik, kita berbuat yang disukai Allah atau yang nggak disukai Allah? | Waduh, jaman sekarang kalau nggak “mendekati zina”, bisa nggak laku, bar. | Jika yakin jodoh ada dalam kuasa Allah, semakin dekat dan semakin dicintai Allah, Allah sediakan pasangan terbaik buat hamba kesayangan-Nya. Mudah bagi Allah membolak-balikkan hati. Jangan khawatir. Udah dibahas sebelumya, Allah kan mempertemukan kita dengan jodoh di waktu yang tepat. Lakukan aja yang terbaik dalam pandangan Allah semampunya.

| Bar kok ada juga ya yang suka sama kamu. Padahal wajah kamu, ya begitulah (mungkin maksudnya mau ngomong jelek tapi nggak tega -_-” ) | Mana saya tau. Kita nggak berkuasa atas hati orang lain. Ada orang lain suka, ada juga yang benci. Tapi urusan manusia bukanlah memikirkan hal tersebut. Yang terpenting bukan takut nggak dicintai orang lain, tapi takutlah nggak dicintai Allah. Selain itu Allah yang urus. Bagi yang mengutamakan cinta manusia dan melupakan Allah, mudah bagi Allah membuat orang lain yang semula mencintai lalu dibalikkan hatinya untuk membenci kita. #JLEB. Dari situ udah bisa ditarik kesimpulan, siapa seharusnya yang utama di hati kita, Allah atau yang lain.

Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)

Untuk  jodoh, akhlak/ agama adalah paling pokok. Agama di sini bukanlah sekedar yang pandai pengetahuan agamanya, namun yang mendalam pada keimanan/ akhlak. Berapa banyak orang yang dikenal membawa nama agama namun sikap dan perilakunya jauh dari cerminan Islam sebenarnya. Pilih mana nih, orang kaya tapi jauh dari Allah atau orang yang deket sama Allah tapi pas-pasan? Hmm,..jadi bingung. Kalau orang kaya tapi jauh dari Allah, bisa jadi sandaran hidupnya adalah jabatan, uang, atau bosnya. Ia merasa terhormat dan merasa terjamin hidupnya dengan itu semua. Padahal mudah bagi Allah melenyapkan itu semua dalam sekejap. Misalnya karirnya jatuh, Allah menahan rezekinya, dan jauh dari Allah, lalu siapa yang bisa melapangkan rezekinya? Nggak ada satupun yang bisa menghalangi kehendak Allah. Tapi kalau seseorang yang tawakalnya mantep, sandaran hidupnya adalah Allah, dekat dengan Allah, ada apa-apa, ada Allah yang menolong dan ngasih rezeki dari jalan mana aja yang Dia kehendaki. Allah yang kan mencukupkan keperluan siapa saja yang benar-benar bertawakal pada-Nya (Qs.65:3). Dan cukup itu bukan berarti banyak, tergantung kebutuhan. Namanya juga pas-pasan (pas butuh, tercukupi). Nggak ada yang bisa ngalangin Allah. Seluruh makhluk di dunia baik jin dan manusia berkumpul nggak ada yang bisa ngalangin apa yang menjadi ketetapan Allah. Tapi ini kembali pilihan masing-masing ya. Tidak ada yang salah dengan harta, itu juga malah bagus kalau dengan banyaknya harta bisa dinafkahkan di jalan kebaikan. Hanya ingin menekankan apa yang disebutkan dalam hadits di atas, Allah -lah yang segala-galanya, bukan yang lain. Ada yang berjodoh sama orang yang deket sama Allah, pinter, kaya, mukanya cakep, dan hatinya zuhud terhadap dunia, ya itu rezeki.

| Zodiak singa : Anda tidak cocok kerja di air. Anda juga tidak cocok punya pasangan yang bekerja di bidang kesehatan. Anda cocoknya punya pasangan dengan zodiak kepiting atau zodiak ikan atau zodiak rempah-rempah, (entahlah ini zodiak atau masakan seafood).| Tiba-tiba ada dokter cantik, solehah, dan baik. Masih single pula. Sinyal udah positif nih. Awalnya mau nikah, tapi gara-gara bergantung pada zodiak malah nggak jadi. |*sangat disayangkan*|

Jadi nggak perlu berharap dan bergantung pada ramalan jodoh, dukun, atau apa aja, cukup berharap pada Allah Raja dari segala raja, Penguasa langit dan bumi yang mutlak bergantung pada-Nya segala sesuatu.

Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebahagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah (QS.9:59)

Kalau kata Allah nggak jodoh, meskipun saling cinta, pacaran lama, menulis janji setia di atas buku strimin misalnya, biar tulisannya indah, tetep nggak jadi. Tapi kalau kata Allah jodoh, pasti jodoh. Segala makhluk nggak ada yang bisa menghalangi ketentuan Allah. Kalau ada yang bilang, “aku kan mencintaimu dan kan bersamamu selamanya”, pada percaya nggak nih? Saran saya janganlah percaya, apalagi nggak pake kata insya Allah dan belum nikah. Dengerin silahkan, tapi biasa saja, tidak perlu terpengaruh dengan ucapan tersebut. Ia mengatakannya bukan karena memang kenyataannya demikian. Itu hanyalah kalimat yang menunjukkan bahwa “saat itu”  ia memang mencintaimu hingga saking cintanya ia merasa seolah-olah perasaan itu tak kan hilang selamanya, padahal…..dari kalimatnya udah jelas, bagaimana mungkin ia bisa menjamin akan hidup bersama selamanya padahal umur saja kita nggak bisa jamin. Dan bagaimana mungkin cintanya akan ada selamanya padahal ia tak kuasa atas hatinya sendiri. Mudah bagi Allah membolak-balikkan hati | Beh, jangan buka rahasia, bar. Nanti saya nggak bisa ngegombal lagi nih | Ah, nggak usah pake gombal-gombal. Kalau memang serius, pasti ngelamar. Gombalnya nanti aja, kemesraan berikan kepada siapa yang Allah takdirkan untuk kita. Moga Allah melindungi kita dari perkataan dan perbuatan yang nggak baik. |

Semuanya ada dalam kuasa Allah. Dengan izin-Nya, manusia hanya bisa berdo’a dan berikhtiar dengan cara yang Allah sukai sebagai amal ibadah. Berusaha menjadi pribadi yang terbaik dalam pandangan Allah. Selebihnya Allah yang urus. Laa hawla walaa quwwata illa billaah. Kita memang belum tentu berjodoh dengan orang yang kita pilih, tapi kita pasti berjodoh dengan orang yang sudah Allah pilih. Dan itulah jodoh terbaik.

| Bar, boleh nanya? | Boleh, silahkan | Bisa nulis tentang jodoh sampai panjang gini, kok masih jomblo, bar? |

| #JLEB *_* . Wassalamu’alaikum….. |

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.(Qs51:49)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s