Hidup Simple

Dalam kelas dilaksanakan ujian matematika. Semua siswa bersiap untuk mengerjakan. Namun di depan (papan tulis) tertulis petunjuk bahwa dari 25 soal, cukup kerjakan nomor terakhir saja (nomor 25).

Saat di mulai, banyak siswa yang tidak memerhatikan petunjuk di papan tulis. Soal nomor 1 sampai nomor 10 adalah soal tentang integral. Nomor 11 sampai 20 adalah soal tentang trigonometri. Nomor 21 sampai 25 hanya soal penjumlahan biasa. So, mereka yang tidak memerhatikan petunjuk, mengalami banyak kesulitan. Dahinya mengkerut dan mumet bener. Mereka yang tidak memerhatikan petunjuk, dengan waktu yang terbatas paling banyak hanya bisa mengerjakan 9 soal (tidak sampai nomor 25). Akhirnya jawaban harus dikumpulkan. Ada yang mengerjakan hingga 4 halaman, ada yang mengerjakan 3 halaman, dan sebagainya. Saat dikoreksi, tentu saja nilainya nol meskipun jawabannya berlembar-lembar. Karena yang harus dikerjakan adalah nomor 25.

Namun ada beberapa siswa yang memerhatikan petunjuk. Mereka hanya mengerjakan soal nomor 25 saja. Hanya penjumlahan biasa, 1+2+3+4 =…. cukup dijawab 10. Dapet nilai 100. Kok enak? Ya, karena mereka memperhatikan petunjuknya dan mematuhinya. Bukan nggak ada masalah, namun tenaga pikiran mereka hanya difokuskan pada perintah, selainnya sudahlah tak usah dipikirkan dan tak usah dikerjakan, biar nggak nambah mumet dan masalah, agar tidak sia-sia karena waktu mengerjakan soalnya pun dibatasi.

Saat ini kita sedang masuk ke ruang ujian yang bernama dunia. Kita harus mengikuti petunjuknya, apa saja yang harus dikerjakan di dunia ini. Waktu di dunia terbatas, setiap orang pasti kan merasakan kematian dan itu tak kan lama lagi. Agar hidup lebih simple,efektif, dan bernilai, pergunakan energi, waktu, fikiran, dsb sesuai apa yang diperintahkan oleh Allah semampunya. Hidup kan jauh lebih tenang, tentram, dan nyaman.

 

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.(QS 51:56)

 

Tidak ada perintah lain, alasan kenapa kita dilahirkan ke dunia oleh Allah lewat orang tua kita, agar apa saja yang kita lakukan di dunia semata-mata memang hal yang bersifat ibadah hanya pada Allah. Hidup adalah melakukan sesuatu yang bernilai. Melakukan perbuatan besar, mendermakan uangnya yang banyak, dll namun nggak dilakukan dalam keadaan beriman, tetap nggak bernilai. Rugi tenaga, rugi waktu, fikiran, malah tak diperdulikan oleh Allah, dan bisa jadi dosa. Namun, meskipun hanya menyingkirkan batu di tengah jalan agar Allah meridhoinya, Insya Allah udah bernilai (berpahala). Udah simple, mudah, bernilai lagi. Dan pasti dibalas kebaikannya oleh Allah dengan balasan yang berlipat, hidup pun sakinah di dunia dan akhirat, Insya Allah.

One thought on “Hidup Simple

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s