Kemenangan bagi Seorang Mukmin

Bebearapa mahasiswa sedang berada di ruang ujian. Sedang apa? Tentu bukan lagi nonton bola, tapi akan mengikuti ujian. Kemudian datanglah pengawas mendatangi ruangan dan membagikan soal ujian. Soal terbagi menjadi 2 tipe, tipe A dan tipe B.

Seseorang yang mendapat soal tipe A lalu membuka soalnya, dan alangkah senangnya ia karena tipe soal yang ia peroleh adalah tipe soal yang mudah.
“Hehehe…. mudah sekali ini soal. Nomer 1,…ah bisa. Nomer 2….ah bisa. Hehehe… ternyata gampang nih soalnya. Cek nomer berikutnya, ah gampang. Hahaha…”, karena saking senengnya dapet soal yang sangat mudah, ia merasa sudah di atas angin. Dari saking senengnya sampe lupa kalau soal itu harus dijawab, bukan untuk bahan tertawaan.(Ini cerita rada-rada didramatisir memang ya, cuma buat analogi aja).

Seseorang mendapat tipe soal tipe B. Setelah dibuka ternyata soalnya sulit. Tapi justru dengan itu ia berpikir keras untuk menjawab soal tersebut dengan benar.

Setelah waktu habis, mahasiswa yang mendapat tipe soal A (soal mudah), barulah ia tersadar. Dan tidal ada waktu lagi. Soal harus dikumpulkan. Setelah dikoreksi, mahasiswa yang mendapat tipe soal A mendapat nilai 0 (nol). Dan mahasiswa yang mendapat tipe soal B, dapet nilai 70 (lumayan, meskipun bukan 100 yang penting bernilai dan lulus).

 

So, bukan masalah dapat soal ujian yang mudah dan sulit. Mendapat ujian yang mudah, bukan keberhasilan. Mendapat ujian kesulitan, bukan kegagalan. Keberhasilan, apakah ujian tersebut dijawab dengan sebaik mungkin.

Menjadi kaya, populer, jadi petinggi besar, dsb bukanlah keberhasilan. Menjadi orang yang kurang dari hal tersebut, bukanlah kegagalan. Tujuannya adalah menyikapi dari apa yang Allah beri dengan sebaik mungkin menurut cara Allah. Dan semoga Allah ridho dengan cara kita menyikapi apa saja yang Allah beri.

 

Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

 

Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal ….. ini yang ingin kita capai, pahala, ridho, rahmat Allah.

Dan KEMENANGAN (keberhasilan) ini baru bisa kita lihat saat kita meninggal nanti, saat “jawaban soal ujian kita selama hidup di dunia telah dikoreksi”.

Inilah alasan kita hidup. Tujuan utamanya bukan untuk mendapat soal mudah, tapi mengerjakan soal sebaik mungkin dari yang Allah beri. Namun kita jangan menantang ujian, kita tetap harus berdo’a agar terhindar dari cobaan dunia. Dan selebihnya adalah urusan Allah apa yang akan Allah beri kepada kita. Saat mengerjakan nomer 1 sampai 10 mudah, lalu soal nomer beriktunya 11 sampai 21 sulit, dan seterusnya. Hidup ada kalanya mudah, ada kalanya sulit. Itu hanya episode “soal ujian” yang harus dikerjakan, bukan keberhasilan dan kegagalan.

 

Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat KEMENANGAN. (Al-Hajj:77)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s