Kerja Keras yang Sia-Sia

Seseorang dengan susah payah naik gunung. Dua ember besar yang ia bawa hendak mengambil air. Setelah ia isi penuh, ia kembali ke bawah dengan tertatih-tatih. Peluhnya bercucuran, kaki dan tangannya terasa pegal sekali. Lalu ia menampungkan air yang bawa dari pegunungan tersebut pada sebuah gelas kecil. Apa yang terjadi? Tentu saja airnya tumpah dan banyak yang terbuang sia-sia. Yang ada sekarang airnya tinggal segelas kecil sekali. Lalu ia kembali ke gunung dengan penuh perjuangan, kembali mengisi air di pegunungan pada dua ember yang ia bawa. Lalu ia turun dengan susah payah. Keringatnya kembali bercucuran lebih banyak. Lagi-lagi, ia menampungkan air dua ember tersebut pada gelas kecil yang telah terisi penuh air tadi. Tentu saja kembali airnya tumpah dan terbuang banyak sekali. Air yang ada hanya pada gelas kecil tersebut.

Ini orang nggak ada kerjaan ya? Kenapa ia tidak menampungnya pada tempat yang besar agar air yang ia ambil di pegunungan semuanya tertampung dan tidak terbuang sia-sia?

Sekarang renungi diri bersama (termasuk juga yang nulis ini). Apa saja perbuatan yang telah kita lakukan di dunia dan kenapa kita melakukannya? Mungkin beberapa dari kita berusaha keras ingin kaya, alasannya biar hidup nyaman. Mungkin beberapa dari kita pengen terkenal, alasannya “kan keren tuh, populer”. Mungkin juga ada yang berusaha keras pengen punya jabatan/kedudukan karir yang tinggi, alasannya “GUE GITU (untuk kesombongan)”, dan lain semacamnya. Padahal rezeki telah Allah tetapkan. Apakah kita kaya atau tidak, telah Allah tetapkan. Apakah kita akan jadi orang populer atau tidak, telah Allah tetapkan. Termasuk kita akan menjabat sebagai apa, telah Allah tetapkan. Lalu apa gunanya mengejar itu semua karena dunia padahal itu semua telah ditetapkan? Meskipun gak dikejar, jika Allah menghendaki, maka tetap saja terjadi. Yang ada hanya susah payah, letih, stress, mumet, diperbudak dunia, dsb. Allah nggak ridho dengan perjuangan tadi hingga akhirnya perbuatan itu semua sia-sia. Tidak ada amal kebajikan yang kita bawa ke akhirat, dan masa depan (akhirat) suram. (Semoga Allah melindungi kita dari siksa neraka, Amien).

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?(Hud:15-16)

“Barang siapa yang akherat menjadi harapannya, Allah akan menjadikan rasa cukup di dalam hatinya serta mempersatukannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan putuh dan hina. Tetapi siapa yang dunia menjadi harapannya. Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya serta mencerai-beraikannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekedar apa yang telah ditetapkan baginya.” {Hadits Riwayat Tirmidzi}

Namun ikhtiar dalam hidup tetaplah dilakukan bukan untuk merubah takdir (takdir berbeda dengan nasib) atau “mengatur” Allah, tapi biar Allah ridho/ suka sama kita. Kerumitan takdir membuat kita merenung agar hidup berfikir simple saja. Allah suka, lakukan semampunya. Allah nggak suka, hindari semampunya (tawakkal). Hasil terserah Allah Yang Maha Baik, yang penting deket terus sama Allah. Semoga Allah menanamkan cinta pada-Nya terpatri kuat dalam hati ini selamanya. Perbuatan yang kita lakukan tidak sia-sia dan diterima Allah sebagai amal kebajikan.

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan (tulus ikhlas) ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Al-Bayyinah:5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s