Dunia hanya Alat, Bukan Tujuan Hidup

Rudi sedang sibuk mencuci mobilnya. Mobil mewah yang diproduksi terbatas oleh pabrikan. Hanya orang yang benar-benar kaya raya yang dapat membelinya. Ia bangga dengan mobilnya. Lalu Heru lewat dengan naik sepeda motor bebek dan menyapa Rudi. Rudi malah bersikap bangga dengan mobil yang dimilikinya,

“Lihat nih mobilku. Mobil limited edition. Hanya orang-orang tertentu yang bisa memilikinya”, ucapnya bangga.

Heru hanya tersenyum saja dan berpamitan pergi. Heru hendak pergi ke suatu kota, yakni Kota Kebahagiaan. Kota yang akan membuat bahagia bagi siapa saja yang mengunjunginya. Meskipun pergi dengan motor bebek, ia menikmati perjalanan tersebut. Sedangkan Rudi masih tetap sibuk “merawat” mobilnya. Melihat mobilnya dengan kagum dan bangga. Pikirannya telah teralihkan pada mobilnya. Mobilnya hanya jadi pajangan, tidak ia gunakan pergi ke manapun, apalagi ke kota Kebahagiaan.

Kalau direnungkan, kita lebih memilih yang penting punya mobil mewah (alat transportasi mewah) atau yang penting bisa sampai pada kota Kebahagiaan (tujuan)? Kita lebih memilih yang penting punya “dunia”( Alat mewah ; jabatan tinggi, kekuasaan luas, status terhormat, kaya raya) atau yang penting diridhoi Allah (sampai pada tujuan hidup)?

Jangan senang dulu jika Allah memberikan karunia yang banyak dan jangan terlalu sedih dulu jika Allah memberi karunia yang terbatas. Karena anugerah hanya sebatas alat. Yang penting dengan alat bisa sampai pada tujuan (digunakan untuk kebaikan /mencapai keridha’an Allah).

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(Al-Qashash:77)

Apa yang sedikit tetapi mencukupi lebih baik daripada banyak tetapi melalaikan. (HR. Abu Dawud)

2 thoughts on “Dunia hanya Alat, Bukan Tujuan Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s