Takdir Allah

Ini bermula saat saya ikut mata kuliah kalkulus dulu. Dosen menggambarkan suatu garis dengan persamaan tertentu. Nilai Y berubah seiring bertambahnya nilai x. Tapi itu adalah ketetapan yaitu suatu persamaan garis. Tibia-tiba pikiranku terlintas pada takdir. Mungkin seperti inilah contoh konsep takdir.
Nasib/keadaan selalu berubah seiring berjalannya waktu. Misalkan saat ini saya miskin. Kemudian 1 bulan kemudian saya menjadi kaya. Bukanlah takdirku berubah. Tapi nasib/ keadaanku yang berubah. Dan perubahan nasib itu adalah takir yang telah ditetapkan Allah SWT. Sama seperti grafik persamaan suatu garis. Nilai Y berubah seiring bertambahnya nilai X. Namun perubahan itu adalah ketetapan, yaitu suatu persamaan garis. Jika kita lihat grafik persamaan x 2-2x+1, garisnya melengkung dan nilai Y-nya berubah seiring bertambahnya nilai X. Tapi garis tersebut adalah ketetapan, yaitu x 2-2x+1.
Ada beberapa takdir (khusus), yaitu takdir yang ditulis setiap malam lailatul qadar, takdir yang ditulis saat dalam kandungan ibu. Ada juga hadits yang mengatakan bahwa amal kebajikan juga memperpanjang umur (padahal umur telah ditetapkan, bukan? ). Nah perubahan takdir khusus ini adalah suatu takdir yang telah ditetapkan, yaitu takdir (general/umum) yang telah ditulis sebelum penciptaan alam (pada Lauhul Mahfuzh). Takdir yang kedudukannya lebih tinggi dari takdir yang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah adalah qalam (pena). Allah berfirman kepada qalam tersebut, “Tulislah”. Kemudian qalam berkata, “Wahai Rabbku, apa yang akan aku tulis?” Allah berfirman, “Tulislah takdir segala sesuatu yang terjadi hingga hari kiamat.” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud).

Misalnya kita semua tidak percaya takdir bahwa ia adalah suatu yang ditentukan oleh kita. Kita dengan sombongnya menganggap bisa merubah takdir. Lalu kita berikhtiar keras lalu keadaan kita berubah. Dan kita malah semakin yakin dan semakin takabbur bahwa kesuksesan ada di tangan kita. Nah, SEANDAINYA kita diperlihatkan qalam Allah (takdir yang kedudukannya tinggi yang telah ditetapkan Allah SWT, yaitu Lauhul Mhafuzh), ternyata mulai dari ketidakpercayaan kita pada ketetapan takdir, lalu kita berikhtiar keras dan nasib kita berubah lalu kita semakin yakin dan semakin sombong bahwa kesuksesan ada di tangan kita, ternyata itu semua telah tertulis dalam ketetapan Allah SWT sejak peristiwa tadi belum terjadi.
Jadi, sepintar apapun kita, mentalist kek, paranormal kek, tidak ada yang bisa mengelabuhi takdir Allah. Jika memang ada perubahan keadaan, itu adalah takdir yang memang telah ditetapkan. Ada pemikiran di atas pemikiran. Kita semua tidak akan sampai pada tingkat pemikiran yang tinggi. Allah Maha Pandai. Jadi, tidak akan bisa yang bisa mengelabuhi takdir.
Lalu buat apa kita berusaha? Rezeki uda ditentuin, jodoh udah ditentuin, kematian, bahkan kita masuk surga atau neraka juga udah ditentuin?
Kalau kita semua berusaha hanya untuk mengejar kedudukan, hanya untuk menghindari kematian, tentu saja jika kita meyakini konsep tadi memang nggak ada gunanya berikhtiar. Jadi,berusaha itu bukan untuk mengubah takdir, tapi karena perintah Allah. Allah menyuruh orang mencari nafkah, ya lakukan. Allah menyuruh kita mencari kebahagiaan dunia dan akhirat, ya lakukan. Allah menyuruh kita menuntut ilmu, ya lakukan. Allah nyuruh kita untuk nyari istri (berkeluarga), ya lakukan. Ikhtiar adalah perintah Allah, bukan untuk berusaha mengubah suatu yang telah ditetapkan. Lakukan ini dan itu karena Allah (perintah-Nya).
Dan yang pasti ini karena amanah penting yang harus disampaikan,

Dari Ubadah bin Shomit, beliau pernah mengatakan pada anaknya, “Engkau tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk dan engkau harus mengetahui bahwa apa saja yang akan menimpamu tidak akan luput darimu dan apa saja yang luput darimu tidak akan menimpamu. Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Takdir itu demikian. Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak beriman seperti ini, maka dia akan masuk neraka.” (Shohih. Lihat Silsilah Ash Shohihah no. 2439)

 

9 thoughts on “Takdir Allah

    1. hal sedetil-detilnya telah terprogram sempurna. Optimis, tidak ada yang namanya “kecolongan” dari pandangan Allah. Allah memerhatikan kita setiap saat

  1. kalo menurutku takdir itu seperti program yang sempurna, ketika pena suruh menuliskan sesuatu, dia menuliskan suatu program. program yang sangat sempurna dari awal sampai akhir. Didalam program itu berisi berbagai kemungkinan seperti flow card. manusia diberi kekuasaan memilih jalan dan akan mendapat konsekwensinya.

    1. Yap, benar. Dan Allah udah tau jalan mana yang kan ditempuh para makhluk-Nya. Artinya segalanya udah ditetapkan dari awal sampai akhir, bahkan Allah udah tau dan telah menetapkan apakah masing-masing dari kita adalah penghuni surga atau neraka (disebutkan dalam hadits riwayat muslim). Apa yang tertulis dalam loh mahfuz itu sendiri tidak hanya berisi tentang program seperti flowchart tersebut. Namun program tersebut hanyalah bagian dari apa yang terdapat pada Loh mhafuzh. Wallahu a’lam

    1. Allah menghapuskan dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya. Dan proses penghapusan itu sendiri adalah yang tertulis dalam loh mahfuz (jelas dari surat Ar-Rad ayat 39 tersebut). Sedangkan yang dihapus/ditetapkan, saya menyebutnya di atas yakni takdir khusus. Takdir khusus bisa berubah, dan perubahan itu sendiri telah ditetapkan dengan sedetil-detilnya dalam loh mahfuz. Loh mahfuz adalah rahasia Allah yang tidak ada makhluk yang tahu bahkan malaikat penulis takdir (khusus) sekalipun kecuali hanya apa2 yang diberitahukan oleh-Nya. Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s