Mencari Jawaban

Si Fulan bertanya-tanya melihat kesibukan tiap-tiap orang. Kenapa dengan mereka? Apa yang ada dalam pikiran mereka? Banyak ekspresi para manusia di bumi ini. Ada yang menangis, ada yang tertawa, tersenyum, cemberut, marah, dll. Si Fulan bertanya sesuatu dengan orang pertama,

“Pak, untuk apa bapak sibuk ini dan itu? Apa yang bapak lakukan?”

“Kita harus berusaha. Kita diberi kemampuan sedemikian rupa, bukankah harus digunakan? Kejarlah apa yang kita cita-citakan. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak mau merubah apa-apa yang ada dalam diri mereka”, jawab orang pertama.

“Kenapa harus seperti itu?”, tanya Si Fulan

“Tentu dengan ini kita bisa mencapai dan mendapatkan apa-apa yang kita inginkan. Tidak hanya untuk dunia, tapi juga akhirat.”, jawab orang pertama.

Si Fulan berfikir, benar juga yang apa dikatakan orang pertama tadi. Kita wajib berusaha untuk mengejar apa yang kita cita-citakan karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka.

Setelah itu Si Fulan berjalan dan menemui orang kedua,

“Pak, untuk apa bapak sibuk ini dan itu? Apa yang bapak lakukan?”

“Kita harus berbuat sesuatu selagi hidup di dunia. Apa yang kita lakukan yang penting Allah ridho. Yang penting Allah senang dan menyukai kita dari apa yang kita perbuat di dunia ini. Di dunia kita hanya sebentar.”, jawab orang ketiga.

“Emang kenapa kalau Allah ridho? Apa kita bisa kaya?”, tanya Si Fulan.

“Saya pun tidak tahu.”

Si Fulan berfikir, mungkin benar juga apa yang dikatakan orang ketiga tadi. Kita harus berbuat sesuatu yang membuat Allah ridho. Allah adalah tuhannya manusia dan semua makhluk-makhluk-Nya.

Setelah itu Si Fulan berjalan dan menemui orang ketiga,

“Pak, untuk apa bapak sibuk ini dan itu? Apa yang bapak lakukan?”

“Apa yang aku usahakan adalah amal. Kita harus beramal sebaik-baiknya. Hidup ini hanya sebentar. Kita harus membawa bekal amal kebaikan biar nanti kita masuk surga.”

“Emang kenapa kalau kita masuk surga?”, tanya Si Fulan

“Tentu kita akan mendapat kebahagiaan sebenarnya. Kesenangan di dunia ini hanya fatamorgana”, jawab orang kedua.

Si Fulan berfikir, benar juga apa yang dikatakan orang ketiga tadi. Kita harus berusaha, beramal sebaik-baiknya biar kita masuk surga. Dunia ini hanya senda gurau. Kebahagiaan dunia ini hanya fatamorgana. Di akhirat (Surga) nantilah kita merasakan kebahagiaan yang sebenarnya.

Si Fulan kembali berjalan dan merenenungi perkataan orang-orang tadi dan berfikir, “tapi….

saya sendiri bingung. Tampaknya apa yang dikatakan orang-orang tadi tampak benar. Manakah yang benar? Kalau memang benar semua, manakah yang utama? Mungkin jawabannya ada dalam diri kita masing-masing. Setiap orang mempunyai jawaban yang berbeda. Bahkan terlalu banyak pilihan jawaban. Dan bisa jadi saya pun mempunyai jawaban yang berbeda. Apapun jawaban mereka, Insya Allah itulah yang akan dia dapat. Al-Qur’an dan Hadits termasuk sekitar (alam) Insya Allah dapat membantu mereka untuk menemukan jawabannya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s