Laa ilaaha illallah (Tiada Ilaah Selain Allah)

Ini saya dapat saat semester lalu di mata kuliah Agama Islam. Salah satu dari mahasiswa mempresentasikan materinya tentang tauhid. Ada suatu penjelasan yang mengubah/ mengingatkan pandanganku tentang arti kalimat laa ilaaha ilallah.

Arti laa ilaaha illallah tidak sekedar mengatakan tiada tuhan selain Allah. Kata ilaah bukan sekedar tuhan, tapi sesuatu yang disembah. Bisa jadi manusia mengatakan tiada tuhan selain Allah, namun kenyataannya yang di-ilaah-kan bukan Allah. Orang yang beragama Islam sudah pasti membaca dua kalimat syahadat yang salah satu isinya mengatakan tiada tuhan selain Allah. Namun pada kenyataannnya, yang dituhankan bukan tuhan itu sendiri meskipun ia mengakui benar bahwa Allah adalah tuhan. Bisa saja yang di-ilaah-kan adalah harta (memuja harta, melakukan segala cara demi mendapatkan harta), pujian orang (melakukan apapun untuk mengejar pujian orang lain), bos (menjadi penjilat), wanita/pria yang sangat kamu cintai (melakukan apapun untuk orang yng kamu cintai untuk mengharap keridha’annya yang brtentangan dengan Islam), peramal (menggantungkan diri pada ramalan), dan tidak menutup kemungkinan juga para artis (terlalu memuja mereka sampai-sampai melakukan apapun demi mereka). Padahal cukuplah kita menggantungkan semuanya kepada Allah, kalau kita bersedia jadi budak (hamba) Allah.

Itulah yang dikhawatirkan Nabi Muhammad kepada umatnya, yaitu syirik kecil (apalagi syirik besar).

Dari Mahmud Ibnu Labid Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya hal yang paling aku takuti menimpamu ialah syirik kecil: yaitu riya.” Riwayat Ahmad dengan sanad hasan.

Syirik memang sesuatu yang halus, mungkin seringkali kita sendiri tidak sadar. Bahkan ada yang mengibaratakan ia seperti semut hitam di atas batu hitam di gelap gulita. Kalau tidak jeli, kita bisa terkecoh. Padahal syirik adalah suatu perbuatan dosa besar.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An-Nisaa’:48)

Berhati-hatilah dengan syirik karena sekali berbuat Allah tidak akan mengampuni.

2 thoughts on “Laa ilaaha illallah (Tiada Ilaah Selain Allah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s