Lomba Mengambil Mutiara

Lapangan ramai karena banyaknya penonton. Banyak suporter yang membawa terompet, tam-tam drum, vuvuzela, dll. Lapangan tersebut tak henti-hentinya meneriakkan dukungan kepada para peserta lomba.

“Para peserta dan penonton sekalian, kita sambut Snatching Competition 2011”

Suara gemuruh penonton semakin ramai.

“Baiklah, aturan dalam lomba ini para peserta harus menaiki vehicle yang telah disediakan panitia. Saat ada bunyi tembakan, perlombaan dimulai. Vehicle-vehicle tersebut telah disetting panitia dan akan berjalan otomatis dengan kecepatan yang sama, tidak bisa dipercepat dan tidak bisa diperlambat. Jadi, semua peserta lomba akan sampai di finish dalam waktu bersamaan. Di lapangan tersedia mutiara-mutiara yang bertebaran. Tugas para peserta adalah mengambil mutiara tersebut sebanyak-banyaknya. Siapa yang paling banyak membawa mutiara sampai finish, dialah yang menang.”

Setelah beberapa menit, tampak para peserta telah bersiap-siap menaiki masing-masing vehicle yang telah disediakan panitia.

Beberapa menit kemudian, dorr !!! Lomba pun dimulai. Para peserta berlomba-lomba mengambil mutiara sebanyak-banyaknya. Setelah beberapa lama, perlombaan menjadi semakin seru karena ada beberapa kejadian yang menarik dari setiap peserta.

Peserta pertama menjatuhkan beberapa mutiara. Ia berbuat kesalahan. Ia sangat menyesalinya. Ia menoleh ke belakang seolah-olah hendak kembali dan ingin mengambil beberapa mutiara yang jatuh itu. Namun itu tidak bisa karena vehicle yang sudah disetting panitia tidak bisa berhenti apalagi mundur. Ia terus menoleh ke belakang meratapi mutiara yang jatuh. Karena terus melihat ke belakang, sial, ia tidak sadar di depannya ada tiang melintang. Ia pun terjatuh dan gugur dalam perlombaan.

Peserta kedua juga hampir sama. Ia juga berbuat kesalahan. Beberapa mutiara yang ia peroleh sebelumnya terjatuh. Ia menoleh ke belakang dan hendak kembali ingin mengambil mutiara-mutiara yang jatuh tersebut. Tapi itu tidak bisa dilakukan karena vehicle yang ia naiki tidak bisa mundur. Setelah beberapa menit ia kembali menoleh ke depan dan ternyata sudah sampai finish. Mutiara yang ia bawa hanya sedikit.

“Pemenangnya adalah peserta nomer 3!!”, pembawa acara meneriakkan pemenang lomba tersebut.

Suara gemuruh penonton yang memenuhi tribun semakin nyaring. Suata terompet dan lain sebagainya seolah saling bersahutan. Peserta nomer tiga membawa mutiara paling banyak. Setelah itu ia diwawancarai wartawan,

“Anda memenangi lomba ini. Bagaimana cara anda memenangkannya? Apakah anda sama sekali tidak berbuat kesalahan?”

“Tidak, saya pun juga sempat berbuat kesalahan beberapa kali. Namun saat saya melakukan kesalahan menjatuhkan beberapa mutiara, saya tidak menoleh ke belakang dan tidak berangan-angan ingin kembali mengambilnya. Karna saya sadar vehicle tidak mungkin bisa mundur ke belakang. Saya terus fokus ke depan agar bisa mengambil mutiara-mutiara yang ada di depan sebanyak-banyaknya dan kembali berusaha menjaga mutiara-mutiara yang diperoleh tersebut dengan sebaik-baiknya. Itu yang membuatku bisa membawa mutiara sebanyak ini dan akhirnya memenangi perlombaan”, jawab sang pemenang.

Manusia tidak lepas dari kesalahan. Tidak perlu berangan-angan kembali ke masa lalu dengan maksud ingin mengambil mutiara yang terlewati. Waktu tidak akan pernah bisa mundur meskipun hanya setengah detik. Tetaplah fokus ke depan karena masih banyak mutiara-mutiara yang bisa diambil dan tetaplah berusaha memperbaiki diri agar semaksimal mungkin bisa menjaga mutiara-mutiara yang telah didapatkan sampai nanti kita menyentuh garis finish.

Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah apa-apa yang menguntungkan kamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan jangan lemah semangat (patah hati). Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata, “Oh andaikata aku tadinya melakukan itu tentu berakibat begini dan begitu”, tetapi katakanlah, “Ini takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya.” Ketahuilah, sesungguhnya ucapan: “andaikata” dan “jikalau” membuka peluang bagi (masuknya) karya (kerjaan) setan.” (HR. Muslim)

kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang .(Al-Baqarah:160)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s