Tidak Ada Gunanya Mengejar Kesuksesan

“Ternyata sudah lama saya hidup. Banyak hal yang telah dialami. Kadang sukses, kadang juga gagal. Itu semua dialalui dengan proses usaha/ perjuangan. Sayapun berfikir, sukses dan gagal adalah sesuatu yang alamiah. Semua pasti pernah mengalaminya. Tapi anehnya, ketika saya benar-benar berusaha, terkadang kesuksesan tidak kunjung didapat, bahkan banyak kegagalan. Dan terkadang, seperti tanpa berusaha sungguh-sungguh dengan kepasrahan, anehnya kesuksesan justru didapat. Ya Allah saya telah berusaha semampu saya untuk mencapai apa yang saya inginkan, tapi kenapa saya selalu gagal?”

Seperti mendapat jawaban dari pertanyaan diri sendiri,

“Benar juga, terkadang Allah memberikan anugerah tanpa disangka-sangka bahkan tanpa kita mengusahakannya dengan susah payah. Namun, terkadang saya tidak kunjung menemui apa yang saya inginkan ketika telah berusaha dengan susah payah. Terima kasih Ya Allah, seolah-olah engkau memberi petunjuk dari proses ini. Ini jawabannya, tidak ada gunanya lagi saya berusaha hanya untuk mengejar kesuksesan. Karena nyatanya usaha sungguh-sungguh bukan jaminan untuk sukses, bahkan dengan usaha yang biasa-biasa saja terkadang kita juga bisa sukses. Kesuksesan bukan untuk dikejar, kegagalan juga bukan untuk dihindari. Itu adalah hal alamiah yang pasti manusia menjalaninya. Tinta sudah lama kering, semua sudah tertulis apa yang telah ditetapkan Allah.

Kalau semua sudah tertulis, apa gunanya lagi berusaha?

Berikhtiar bukan untuk mengejar kesuksesan atau menghindari kegagalan, tapi adalah pengabdian. Pengabdian kepada siapa? Lihat diri kita siapa yang telah membuat kita ada di dunia ini, memberikan mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, mulut untuk berbicara, hidung untuk mencium, dan hati untuk merasakan. Allah tidak butuh besarnya kekuasaan orang, banyaknya harta yang dimilki, ketampanan/kecantikan seseorang, dan kesuksesan sesorang dari yang manusia “usahakan”. Kun fayakun, mudah bagi Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Manusia hidup karena mempunya tugas. Dia diuji seberapa besar keikhlasannya dalam berusaha demi Penciptanya. Berusaha/ ikhtiar karena Allah adalah kewajiban sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, bukan karena tergiur mencapai kesuksesan (dari kacamata duniawi) atau hanya karena takut menemui kegagalan.

Jika kita mengejar dunia, kita hanya mendapati dunia, itupun kalau dapat. Jika kita melakukan pengabdian karena Allah, kita memang tidak pernah tahu takdir kita seperti apa nanti, tapi yang pasti kita tahu Allah Maha Adil. Kamu tidak butuh pamrih dalam cinta. Kecintaanmu pada Allah menjadikanmu ikhlas dalam berikhtiar karena-Nya, entah gagal atau sukses, Insya Allah kamu akan tetap optimis dalam menjalani hidup. Luruskan niat dalam berikhtiar. Semoga usaha yang kita lakukan Insya Allah tidak menjadi sia-sia baik dunia maupun akhirat. Amien

Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi tiap orang apa yang diniatinya. Barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya untuk meraih kesenangan dunia atau menikahi wanita, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi. (HR. Bukhari)

One thought on “Tidak Ada Gunanya Mengejar Kesuksesan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s