Still Ways

Semakin lama ku berjalan, semakin gelap yang ku rasa
Waktu terus berjalan yang tak pantas ku menoleh ke belakang untuk kembali
Indera menghalusinasi menipu hati
Bukan ini yang ku inginkan, menghadap ke atas dan bertanya-tanya
kenapa aku di sini
Untuk apa telinga di keheningan
Untuk apa mata di kegelapan
Memang untuk apa
Tapi aku manusia punya hati
Di keheningan aku tidak tuli
Di kegelapan aku tidak buta
Ku terus berjalan mengikuti suatu tuntunan dari Yang Maha Kuasa
Ku ikuti kata hati menuju sinar putih cerah
Suatu keajaiban mengantarkanku pada pintu cahaya, hanya satu dari berjuta pintu
Suatu navigasi hati membawa ketakjuban
Kenapa aku harus melewati kegelapan?
Aku memang inginkan cahaya
Aku inginkan suara angin yang sejuk mengikuti aliran darah hingga merasuk ke lubuk hati
Suatu kegelapan
membuatku mengerti arti suatu halusinasi indera
Suatu kegelapan membuatku mengerti arti kepekaan batin
Hingga akhirnya ku merasakan hangatnya mentari sesungguhnya
Menikmati terangnya bintang yang sebenarnya
Suara angin berhembus dengan jelas
Dan bisa melihat wajah dibalik topeng yang sejati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s