Tentang Teroris

Kita sudah sering mendengar di wilayah Indonesia bahkan dunia dengan aksi para teroris. Bahkan akhir-akhir ini ada pemberitaan tentang teroris di Aceh dan Banten yang diberitakan di televisi. Membicarakan tentang hal ini, memang tidak gampang mencari permasalahannya di mana dan bagaimana menanggapinya secara benar menyeluruh. Salah dikit, pengaruhnya bakal beda jauh. Saya hanya ingin saling bertukar pikiran dengan teman-teman, biar saling mengisi agar timbul suatu pemahaman yang lebih sempurna.

Salahkah mereka para teroris? Kalau kita lihat mereka banyak merusak fasilitas-fasilitas umum, mengganggu ketenangan masyarakat, merusak tatanan yang sudah ada, dan lain-lain. Kalau kita pikir sekilas, nampaknya jelas ini adalah sesuatu yang benar-benar salah. Tapi mereka menganggap ini jihad. Mereka punya tujuan. Mereka menyerang siapa dan apa-apa yang dianggap merusak keadilan dan moral. Seperti penyerangan bom bali yang dianggap “gudangnya” maksiat dan tempat wisata para turis yang berasal dari Negara yang menjadi sasaran mereka, penyerangan yang ditujukan kepada Amerika (dengan penyerangan kpada simbolnya, WTC dan Pentagon) karena dianggap negara super power yang tidak bisa memberikan keadilan kepada negara-negara lemah, khususnya negara islam, dan lain-lain. Namun efeknya hal ini justru memakan korban-korban lain yang tidak seharusnya menjadi sasaran. Jelas ini terasa tidak adil. Tapi kalau kita menyalahkan mereka, kita lihat dari pribadi mereka. Ternyata ibadah mereka sangat luar biasa. Sering mengaji, sholat tepat waktu, puasa, ilmu agamanya sangat kuat, pada umunya mereka justru seorang intelektual, dan lain-lain. Saya kagum ibadah mereka hingga seperti itu. Nah, tapi kenapa jadi seperti ini?

Tidak ada asap kalau tidak ada api. Pasti mereka melakukan demikian karena ada sebabnya. Kalau kita berpikir objektif, dunia ini memang “dikuasai” oleh beberapa bangsa super power. Namun dari mereka jelas mengutamakan kepentingannya, bukan dunia. Ya ada juga sih, tapi tidak banyak. Jadi terlihat yang mereka kejar adalah kekuasaan untuk mereka sendiri, untuk menguasai dan menyebarkan ideologi/ pandangan mereka kepada bangsa lain, dan mengeruk keuntungan untuk mereka bahkan sampai terjadi penindasan/ penjajahan meskipun kadang tidak tampak. Misal Israel, jelas-jelas menindas sadis para warga palestina, bahkan anak-anak kecil dan perempuan. Tapi di biarkan oleh bangsa yang sebenarnya mampu untuk membantu menghentikan tindakan ini. Tidak hanya yang islam, tapi maaf, NO SARA, pendeta pun tidak luput dari kekejian Israel. Melihat non muslim yang tidak bersalah ditindas semena-mena saja kita bisa marah, apalagi dilakukan terhadap muslim, perempuan dan anak-anak lagi.

Jadi, menurut saya, mereka yang kita kenal sebagai teroris adalah melakukan semacam suatu “jalan pintas” / “akselerator” untuk melawan ketidak adilan tadi. “Jalan pintas” ini dilakukan dengan cara penyerangan/ teror-teror yang bisa kita lihat seperti sekarang ini. Cara ini memang mem-”boom” bangsa-bangsa yang tidak berbuat adil tadi yang menjadi sasaran mereka. Namun, terkadang hal ini juga terasa kurang adil karena banyak yang seharusnya bukan sasaran malah jadi korban. Apakah para teroris itu berdosa? Saya tidak tahu. Di mata hukum, orang dinyatakan bersalah jika pengadilan memutuskan orang itu bersalah. Jadi orang dinyatakan berdosa jika Allah memutuskan demikian. Itu rahasia Allah. Ada suatu hal yang tidak tampak yang tidak bisa kita tangkap.

Kalau bangsa-bangsa itu tidak berbuat adil, kenapa mereka masih menjadi “penguasa” dunia? Kalau dunia ini adil, seharusnya sesuai hukum alam, mereka tidak menjadi “penguasa” ?.

“Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al Mujadilah [58]: 11)

Memang inilah hukum alamnya, mereka mempunyai “sebab” yang meng”akibat”kan mereka menjadi “penguasa”. “Sebab” itu adalah ilmu. Mereka menguasai ilmu politik kekuasaan, menguasai ilmu strategi, menguasai ilmu militer, menguasai teknologi, menguasai ilmu ekonomi, ilmu sains, dan lain-lain. Akhirya mereka “terangkat”. Namun mereka punya kelemahan, yaitu iman/ akhlak.
Nah, bukannya mau mengajak kalian jadi teroris. Biarlah masalah teroris itu Allah yang menilai, namun di mata hukum, jika mereka bersalah mau tidak mau mereka memang tetap diproses secara hukum. Saya hanya ingin mengajak sesuatu yang lebih bersifat jangka panjang, bukan yang bersifat “jalan pintas” tadi.
Hidup memang tidak luput dari kompetisi. Istilahnya seperti pyramid. Makin ke atas makin dikit jumlahnya. Untuk mencapai atas, harus menjadi sesuatu yang lebih baik dibandingkan yang ada di atas sekarang. Jadi, carilah ilmu apa yang kalian minati (ilmu yang bener maksudnya). Kita ke depan bareng-bareng sesuai bidang kita, namun tetap berbekal iman/ akhlak. Berusahalah kita kaya, dengan kaya kita bisa bersedekah. Berusahalah kita menjadi orang kuat, dengan itu kita bisa membantu orang lemah. Berusahalah mengejar ilmu, dengan itu kita bisa berkuasa untuk mengelola kekuasaan untuk berbuat adil. Kalau kita kuasai itu, suatu saat nanti, generasi sekarang atau selanjutnya genarasi anak cucu kita, Insya Allah, mereka orang-orang berilmu yang akhlaknya buruk akan “jatuh” secara otomatis. Kenapa demikian? Karena derajat orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi dibandingkan derajat orang yang hanya berilmu saja. Ini memang tidak gampang dan tidak bisa instant. Butuh proses bersama-sama. Yang penting dari masing-masing individu ada keinginan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Semoga kita semua dibimbing Allah untuk selalu berada di jalan yang benar. Amien

4 thoughts on “Tentang Teroris

  1. kalo tahu sejarah israel sesungguhnya,islam psti ga byak koment,ajaran yg selama diajarkan seperti pembiusan sejak dini dan diajarkan kebencian,lihat al aqsa awalnya adlh kuil sulaiman yg asli yahudi yg dirampas paksa,sulaimanpun nabi yahudi yg entah gmn jd nabinya islam,pdhl jmn segitu islam blm ada,dan pembodohannya islam ada sejak awal&masyarakat telan mentah2 tnpa ada bukti,yg bukti sbenarny 500masehi,dan byk lg kebohongan.insaflah dari menghalalkan cara apapun,tuhan tak akan brpihak pd klian selamanya

    1. Islam memerangi siapa saja yang mengganggu Islam. Itu saja. Nabi Sulaiman memang Nabi yang kami akui karena Nabi Sulaiman adalah utusan Allah. Islam memang diwahyukan saat jaman Nabi Muhammad. Tapi untuk menyembah kepada Allah (agama Allah) sudah ada dari dulu, Nabi Adam, manusia petama. Nabi Sulaiman, meskipun Raja dari Bani Israel, tapi dia menyembah Allah dan melaksanakan ajaran-Nya, dia adalah utusan Allah. Sayangny, ajaran-ajaran dari Nabi Sulaiaman, Nabi Musa, bahkan Nabi Isa, bagi agama non Islam sekarang sudah tidak suci lagi akibat ulah ulama-ulama mereka yang mengubah/ mencampur adukkan kebenaran dengan kebatilan. Oleh karena itu Islam datang dengan membawa kebenaran dari Allah Yang Maha Esa yang disampaikan kepada Nabi Muhammad. Tuhan yang satu, hanya Allah, tidak ada tuhan yang lain lagi. Tuhannnya Nabi Sulaiman, Tuhannya Nabi Musa, Tuhannya Nabi Isa, Tuhannya Nabi Muhammad, Tuhannya umat Islam. Bacalah kitabmu itu dengan hati yang jujur, lihat kebenarannya dengan mengetahui makna di kandungnya, apakah kamu akan semakin beriman dengan kitabmu, agamamu itu.
      Namun saya juga tidak setuju dengan aksi para teroris yang merusak Indonesia ini. Jujur saja, Allah tidak mengajarkan kekerasan, justru kasih sayang. Saat jaman dulu, ada perang Islam melawan kafir, itu karena saat itu memang terpaksa dilakukan. Kafir mengganggu Islam. Lagipula dalam ajaran Islam, dalam berperang pun kita di ajari untuk tidak merusak alam, jangankan menggunakan senjata dengan sembarangan, mencabut daun saja jika tidak diperlukan, itu tidak boleh.
      Di Yahudi pun, yang kami benci adalah mereka yang suka membuat kerusakan. Apa anda tidak liat, kapal relawan kemanusiaan aja di serang, anak kecil diserang, bahkan pendeta kristen juga di serang. Lihat dengan jujur. Bagi yahudi yang tidak menganggu umat Islam, kami tidak memeranginya, justru hidup damai. Saat reporter TV One meliput di Iran, liat saja di Iran, negara yang membenci Israel, di Iran banyak umat yahudi dan mereka dilindungi, diberi hak suara melalui perwakilan, diberi anggaran dana yang cukup besar untuk kepentingan mereka karena meskipun Yahudi tapi tidak mengaggu umat Islam, tidak membuat kerusakan.
      Sekali lagi, saya juga tidak setuju dengan aksi para teroris yang justru membuat kerusakan di daerah bukan konflik seperti Indonesia. Karena Islam dilarang untuk membuat kerusakan. Mereka seharusny berperang di tempat semestinya. Jangan lihat Islam dari sebagian kecil orang-orang, karena bisa saja jadi salah. Tapi lihatlah ajarannya yang sebenarnya.
      Sebelum anda ingin menghujat Islam, pelajari dulu ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya jika anda memang Berani mencari kebenaran. Setelah itu terserah anda, anda akan beromentar apa tentang Islam.
      Semoga engkau mendapat petunjuk

  2. Masalah teroris bukan hanya masalah Islam atau sebagian orang. Itu adalah masalah bersama. Namun, satu hal yang patut dikasihani dari peneror adalah karena mereka telah ‘diteror’ oleh ideologi dan kepercayaan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s