Lima Kiat Menghadapi Sesuatu Yang Tidak Diduga

Oleh : Aa Gym

Alhamdulillah Saudaraku, maha suci Allah yang menciptakan persoalan-persoalan bagi kita, yang dengan persoalan itu seharusnya kita tambah ilmu, tambah pengalaman, tambah wawasan dan tambah iman. Dan ada lima resep, yang kalau kita serius memegang 5 hal ini, insyaAllah persoalan dapat kita lewati dengan baik.

Lima kiat menghadapi sesuatu yang tidak diduga
1. Jangan Panik

Pertama jangan Panik, mengapa ? Karena orang yang panik berpikirnya sangat pendek, padahal masalah yang dihadapi selalu membutuhkan ketenangan, kejernihan berfikir, kemampuan menghimpun input dengan baik, membaca peta masalah, orang panik tidak punya waktu untuk melakukan hal ini.

Tidak usah heran kita dengar ada yang panik mati terinjak-injak, ada yang panik loncat dari jendela sehingga terluka parah dan akhirnya meninggal, ada yang panik sehingga anak yang dibawanya tercekik. Kepanikan memang sumber masalah baru dibandingkan masalah yang sebenarnya.

Oleh karena itu latihan penting bagi kita adalah pegang satu kata adalah “Jangan Panik”, “Jangan Panik”, “Jangan Panik”. Terjadi masalah yang tidak diinginkan, tenang, tetap tenang sambil kita baca situasi, kendalikan diri, jangan bertindak, jangan berkata, jangan merespone kecuali sudah bisa mengendalikan diri. Kunci pertama ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan jangan panik dan kita sikapi masalah dengan ketenangan.

Bertekadlah kita menjadi orang yang benar-benar bisa mengendalikan diri. Bagaimana supaya tidak panik ? Caranya adalah tarik nafas, tahan, buang perlahan-lahan, itu sudah bagian daripada membuat diri kita lebih tenang, katakanlah Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, kami semua milik Allah dan kembali kepada Allah. Tidak mungkin menimpa kami satu musibah kecuali dengan ijin Allah, tenang tarik napas, rilekkan badan, ingat kepada Allah yang menciptakan semua kejadian dan buatlah agar orang di sekitar kita jangan panik, InsyaAllah sekitar kita akan tenang dan ketenangan sekitar kita membawa pula kemampuan bagi kita untuk berfikir lebih jernih dan bertindak lebih tepat.

Saudaraku, marilah kita bertekad menjadi pribadi yang tenang, kalem terkendali sehingga setiap masalah kita bisa sikapi dengan sikap terbaik kita.

2. Jangan Emosional

Pemirsa yang budiman, semoga kita digolongkan menjadi orang yang terampil mengendalikan diri kita, terutama mengendalikan amarah. Dalam lima kiat menghadapi sesuatu yang tidak diduga. Yang pertama jangan panik, dan yang kedua jangan emosional. Mengapa ? Karena sikap emosional kepentingannya hanya memuaskan nafsu. Sedangkan masalah tidak bisa diselesaikan dengan memuaskan nafsu.

Nafsu itu pertimbangannya tidak dengan akal tapi hanya mengandalkan perasaan. Sedangkan untuk menyelesaikan masalah dengan baik, kita butuh kejernihan berfikir disamping kebeningan hati.

Orang yang pemarah akalnya pendek, kata-katanya menyakitkan, matanya melotot wajahnya membara, detak jantung nya tidak terkendali. Bahkan perilakunya bisa memukul, menendang dan membunuh. Betapa bahayanya orang yang emosional.

Kita bisa saksikan berapa banyak yang pangkat nya jatuh, kedudukannya runtuh, kemuliaannya habis, rumahtangganya hancur. Bahkan masa depannya pun kacau, akibat tidak terampil mengendalikan emosinya.

Maka jika ada suatu kejadian, yang pertama jangan panik, yang kedua jangan emosional. Jangan emosional, jangan selesaikan dengan mengumbar amarah. Marah tidak menyelesaikan masalah, marah seperti menyiram bensin kepada api hanya membakar masalah.

Pemarah tidak pernah disukai, pemarah dijauhi, pemarah juga dibenci. Untuk mengendalikan emosi caranya adalah, pertama menurut Nabi jangan bereaksi kalau ada sesuatu yang mengecewakan. Yang kedua pindah posisi, karena pindah posisi, pindah suasana, pindah input, lebih membuat kita terkendali.

Zikirnya adalah A’udzubillahiminas syaitannirrojim, Aku berlidung kepada Allah dari siasat dan tipu daya syaitan yang terkutuk.

Ingat kesabaran itu letaknya pada pukulan pertama. Kalau kita ada yang menggoda, ada yang mengecewakan dan bereaksi, maka saat itulah bobol kesabaran kita. Untuk itu tahan diri, jangan marah, jangan emosional. InsyaAllah ketika kita tenang, solusi akan lebih mudah kita temukan.

Doa
Yaa Allah kami berlindung kepadaMu dari amarah, dari nafsu yang mengelincirkan, dari syahwat yang membinasakan. Jangan biarkan kami menjadi mahluk yang diperbudak amarah. Indahkan hidup kami dengan kesabaran ya Allah. Indahkan hidup kami dengan kelapangan hati. Indahkan hidup kami dengan menjadi pemaaf.

Yaa Allah jangan biarkan kami menjadi mahluk yang dzalim dan lindungi kami dari kedzaliman.  Amin yaa Allah yaa Rabbalalamin…

Bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah, jangan nodai dengan sikap amarah. InsyaAllah pribadi kita akan menjadi indah dan kita mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang paling berkah.

3. Jangan Tergesa-gesa

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang membimbing kita untuk selalu bertindak cermat. Dan Allah sendiri sudah mengisyaratkan bahwa sikap tergesa-gesa adalah dari syaitan. Artinya bagi orang beriman harus sangat menjauhi sikap tergesa-gesa. Satu jangan panik dalam menghadapi masalah, yang kedua jangan emosional, dan yang ketiga jangan tergesa-gesa.

Ada peribahasa pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. Orang yang tergesa-gesa maka dia harus siap memikul penyesalan. Karena tergesa-gesa artinya bukan masalah waktu. Tergesa-gesa itu karena kurang lengkap input dalam menyelesaikan masalah.

Jadi tergesa-gesa tidak diukur oleh waktu. Tapi diukur oleh sudah lengkapkah input yang dia miliki, sudah pahamkah dengan situasi yang dia hadapi.

Nah orang tergesa-gesa dia tidak punya kemampuan, kesabaran untuk melengkapi data, melengkapi fakta. Sehingga keputusannya, kata-katanya, sikapnya, tindak-tanduknya bukan berdasarkan data, fakta atau input yang benar, akurat dan lengkap tapi semata-mata karena terdorong nafsu ingin berbuat sesuatu.

Percayalah tergesa-gesa ujungnya penyesalan, tergesar-gesa hanya mendatangkan penyesalan.

Jadi jika ada masalah jangan tergesa-gesa mengomentari, jangan tergesa-gesa mengambil keputusan. Tapi fokuskan pikiran, saya harus mencari input, mencari data yang BAL. Yaitu Benar-Akurat-Lengkap. Jangan mengambil sikap apapun sebelum kita menghimpun data.

Ketrampilan kita mencermati data yang betul-betul kita petakan, kita bisa melakukan tindakan yang cermat. Tanpa data, tanpa fakta, tanpa bukti, itulah yang dinamakan tergesa-gesa. Siapapun yang bertindak tergesa-gesa, hampir dapat dipastikan tindakannya tidak tepat dan berbuah penyesalan.

Doa
Yaa Allah Wahai Yang Maha Tahu segala urusan dan masalah diri kami, berikan kapada kami kelapangan hati ya Allah, kejernihan pikiran, dan kesucian qolbu. Agar setiap masalah yang Engkau timpakan kepada kami membuat kami semakin mengenal keagunganMu, semakin mengenal kekurangan diri, dan semakin mengenal jalan pulang kepadaMu.

Yaa Allah jauhkan diri kami dari segala sifat lalai, dari segala sifat tergesa-gesa. Berikan kepada kami kesanggupan untuk bersifat bijak yang penuh makna dan manfaat. Hanya Engkaulah yang maha penuntun yang sempurna. Kami berlindung kepadaMu dari segala sesuatu yang tiada Engkau ridhoi. Amin Yaa Allah…

Pemirsa yang budiman inilah saat yang paling jitu, Ramadhan yang membuat kita selalu bersikap bijak terhadap masalah tanpa harus tergesa-gesa.
4. Jangan Mendramatisir Masalah

Alhamdulillah…

Nabi Muhammad SAW adalah seorang pribadi yang sangat kalem, tenang jernih, walaupun masalah bertubi-tubi datang dari kiri-kanan, depan-belakang, atas-bawah. Kenapa kalem ? karena kalem itulah yang dapat membuat kita melakukan tindakan dengan tepat.

Kita sudah bahas beberapa “Jangan” dalam situasi darurat, antara lain:
1. jangan panik
2. jangan emosional
3. jangan tergesa-gesa
4. jangan mendramatisir masalah

Kalau kita tidak hati-hati saudaraku, banyak diantara kita yang tidak terampil mengendalikan pikirannya sehingga masalah sejengkal, jadi sedepa, jadi sehasta dan akibatnya menimbun dia. Kita harus mulai berfikir jernih dan proporsional. Yang kecil biarlah kecil, yang sedang biarlah sedang, yang besar biarlah besar. Jangan sampai yang kecil di dramatisir menjadi besar dan akhirnya menyiksa diri kita sendiri.

Sekali lagi dalam situasi apapun jangan terpancing untuk mendramatisir masalah, jangan mempersulit sesuatu yang simpel, jangan memperbesar sesuatu yang kecil, jangan membuat mencekam sesuatu yang sederhana, jangan membuat begitu gawat sesuatu yang sebetulnya ringan-ringan saja. Mudahkan urusan, jangan dipersulit, gembirakan.. jangan dibuat menakutkan, mencekam dan menegangkan.

Adalah manusiawi jikalau kita tercekam oleh rasa cemas, rasa takut, takut kerugian harta, takut kehilangan benda, takut hilangnya popularitas, takut hilang nya jabatan, kedudukan, ini hal yang sangat manusiawi. Tetapi kita sengsara dicekam oleh takut, kita sendiri yang rugi. Mau tidak mau masalah sudah ada dan harus kita hadapi, dan kita harus terampil mengukur masalah dengan proporsional. Tetap kendalikan diri, jangan panik, jangan emosional, jangan tergesa-gesa mengambil sikap, dan jangan terlena sengsara mendramatisir masalah.

Saudaraku.. Mari kita nikmati hidup dengan terampil mengendalikan pikiran dan hati kita


5. Jangan Pernah Putus Asa

Alhamdulillah.

Semoga Allah yang maha sempurna mengaruniakan kepada kita semangat yang tidak pernah pudar dalam menghadapi hidup ini, karena ternyata yang membuat kita tidak berdaya itu bukan karena kita tidak mampu, sebagian besar kita tidak berdaya karena kita tidak bersemangat membara didalam menyelesaikan masalah yang ada.

Ada satu sifat yang sangat terlarang dalam agama kita adalah sifat putus asa. Mengapa ?

Selain putus asa terlarang, juga sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Kita harus tau bahwa setiap masalah yang menimpa kita itu mutlak sudah diukur oleh Yang Menciptakan segala-galanya. Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.

Tidak ada alasan bagi kita untuk menyerah, tidak ada alasan bagi kita untuk lari, tidak ada alasan bagi kita untuk berputus asa. Mengapa ? Karena kita yakin sesungguhnya pertolongan tidak hanya mengandalkan akal, tubuh, kawan, ataupun kekuatan kita. Kita tidak berputus asa karena kita yakin pertolongan datang dari Allah Yang Maha Kuasa.

Mengapa kita berputus asa ? Kita berputus asa sebab kita mengandalkan kemampuan kita. Padahal kita amat lemah tiada daya. Kita berputus asa karena kita bersandar kepada teman, kepada relasi, kepada tabungan yang semua itu justru jika tidak dengan ijin Allah, tidak akan membawa manfaat.

Oleh karena itulah jika kita ingin tidak berputus asa, “Dan orang yang hatinya bulat bertawakal sepenuh hati kepada Allah, dialah yang akan di cukupi”. Salah satunya adalah “Pertolongan dari tempat yang tidak di duga-duga”. Jika Allah menghendaki maka terjadilah.

Susah-susah kita berputus asa, lebih baik dekati Allah dengan sesungguhnya, sambil kita sempurnakan ikhtiar kita.

Ya Allah, jangan pernah biarkan kami berputus asa dari rahmatMu, berputus asa dari pertolonganMu. Bulatkan hati kami ya Allah, berikan kepada kami kegigihan ikhtiar dan hati yang selalu yakin… Engkaulah Maha penolong, Engkaulah yang tidak pernah mengingkari janji, Engkaulah satu-satunya pelindung yang tidak pernah mengecewakan para pengharap. Cukupkanlah Engkau dihati kami ya Allah… Amiin ya Allah.

Pemirsa yang budiman, jangan pernah berputus asa. Hadapi, hayati dan nikmati ganjaran serta kedudukan disisi Allah, bagi orang yang bertaqwa dan bertawakal hanya kepada Allah.

http://www.dtjakarta.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s