Guru Bahasa Indonesia Jadi Korban

Saat pembelajaran di salah satu SD di Sumenep,

bu guru : “anak-anak, sekarang kita mulai pelajaran bahasa indonesia.”
anak-anak : “iya, bu guru”
bu guru : “Sekarang latihan membaca. Silahkan bukunya di buka. Kalian ikuti saja apa yang ibu katakan.”
anak-anak :”iya, bu guru”
bu guru : “hari ini sangat cerah”
anak-anak :”hari ini sangat cerah”
bu guru : “kami senang sekolah di sini”
anak-anak : “kami senang sekolah di sini”
bu guru : ” gurunya pun cantik”
anak-anak : ” masak sih ??”
bu guru : “wei, salah. Bukan itu”
anak-anak : “wei, salah. Bukan itu”
bu guru : “eh, ngerti gak yang saya omongin ?”
anak-anak : “eh, ngerti gak yang saya omongin ?”
bu guru : “uda diem, jangan ikut ngomong lagi”
anak-anak : “uda diem, jangan ikut ngomong lagi”
bu guru : “sekarang sekolah buubaaaarrrr !!!!”
anak-anak : “Horeee..!!!”

Keesokan harinya tetap tidak ada pelajaran. Gurunya harus dirawat di rumah sakit karena tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s