Orang Berpendidikan

Ada turis yang datang ke sumenep. Dia ingin berwisata ke pantai lombang dan tempat wisata lainnya. Saat lagi lapar, dia ingin makan. Kebetulan dia ingin makan sate. Dia sudah tahu tempatnya tapi masih kurang yakin, dan menanyakannya pada anak kecil.
“Permisi, tempat warung sate jalan lurus ke barat kan?”
” he’eh “,jawb anak kecil trsebut sambil mengangguk. Turis itu bingung, kata itu tidak ada dalam kamus meskipun anak kecil mengangguk.

Kemudian berjalan lagi menanyakan pada seorang remaja.
“Permisi, tempat warung sate jalan lurus ke barat kan?”
“enggi”, jawb orang itu. Turis makin bingung apalagi tu artinya “enggi”.

Kemudian turis berjalan dan bertemu dengan orang pake baju sakera (pakaian hitam dengan kaos di dalamnya loreng merah putih).
“Permisi, tempat warung sate jalan lurus ke barat kan?”
“iyya, warung satte lurrus ke barrat ajja”, kata orang tersebut dengan logat Madura dan tangannya sambil menunjuk tempat warung sate.
“oh, itu warungnya ya?terima kasih. Tapi saya bingung, tadi saya nanyak ada yang bilang “he’eh”, ada yang bilang “enggi”. Memangnya apa artinya?”
” samma ajja artinya. Artinya iyya atau setujju. Kallo he’eh ittu diucapkan orang yang tiddak berpendidikan. Kallo enggi ittu diucapkan orang yang berpendidikan dan menunjukkan hormat padda yang lebih tua”
“owh, ternyata begitu ya?”
“he’eh”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s